RADARJOGJA.CO.ID – Teror klithih masih menghantui. Parahnya, aksi kekerasan di jalanan belakangan ini tidak hanya menyasar kalangan remaja. Bahkan, kini juga menyasar anak-anak.

Seperti yang dialami M. Sahrul, 14. Bocah asal Dusun Trukan, Segoroyoso, Pleret ini Minggu malam (19/2) lalu menjadi sasaran aksi pembacokan orang tak dikenal. Akibatnya, bocah yang masih duduk di bangku kelas VI SD Dahromo ini mengalami luka bacok serius di bagian kepala. Akibatnya, dia harus dilarikan ke RSUP Sardjito untuk menjalani perawatan medis intensif.

Dari informasi yang diperoleh Radar Jogja, aksi ini terjadi sekitar pukul 23.00. Kala itu, Sahrul dibonceng temannya bernama Triyanto. Keduanya hendak pulang usai membeli makan di angkringan di wilayah Pleret. Apes, belum bergegas cukup jauh sepeda motor mereka didekati dua orang tak dikenal. Dua orang misterius ini mengendarai sepeda motor matic. Tanpa basa-basi, salah satu di antara mereka langsung membacok Sahrul.”Usai membacok mereka langsung menggeber sepeda motor,” jelas Kapolsek Pleret AKP Toni Priyanto, Senin (20/2).

Toni menengarai aksi pembacokan ini murni klithih. Indikasinya, tak ada satu pun barang berharga milik Sahrul yang diambil para pelaku. Selain itu, antara korban dan pelaku tidak saling kenal.

Dugaan ini kian menguat setelah Polsek Pleret mengembangkan pembubaran acara sekelompok pemuda di lapangan Desa Wirokerten Minggu malam oleh Polsek Banguntapan.”Jam pembubaran hampir bersamaan. Dan, di antara mereka ada yang mengendarai matic,” ucapnya.

Kendati begitu, Toni memilih berhati-hati. Pihaknya baru akan melakukan penangkapan setelah mengantongi sejumlah bukti permulaan cukup.

Dukuh Trukan Sumarwan cukup kaget dengan pembacokan yang menimpa salah satu warganya. Apalagi, Sahrul dikenal sebagai bocah yang tak suka neko-neko.”Dia jarang bergaul,” ujarnya. (zam/din/mar)

Bantul