RADARJOGJA.CO.ID – Perang terhadap peredaran minuman keras (miras) terus ditunjukkan Satpol PP. Itu terlihat dari gencarnya razia yang digelar. Institusi penegak perda ini tidak hanya menggelar razia miras saat malam hari, tetapi juga siang hari.

Nah, razia siang bolong ini justru banyak membuahkan hasil. Seperti razia Jumat (10/2) lalu. Sebaliknya, razia malam hari malah sering kali gagal karena bocor.

Kasat Pol PP Bantul Hermawan Setiaji menyebut ada empat penjual miras yang diamankan pekan lalu ini. Mereka dari Desa Caturharjo, Pandak, Desa Panggungharjo, Sewon, Desa Timbulharjo, Sewon, serta Desa Sendangsari, Pajangan.”Total ada 180 botol miras dari berbagai merek yang kami sita,” jelas Hermawan kemarin (17/2).

Dikatakannya, satu dari empat penjual ini merupakan pemain lama. Namanya Beres. Pria asal Dusun Ciren, Caturharjo, Pandak ini berjualan miras lebih dari lima tahun. Bahkan, dia merupakan salah satu pemasok miras di wilayah Bantul dan Kulonprogo. Dari tangan Beres, Satpol PP menyita 123 botol miras dari berbagai merek.”Disembunyikan di semak-semak samping rumahnya. Tersimpan dalam karung,” ucapnya.

Kabid Penegakan Perda Satpol PP Bantul Anjar Arintaka menambahkan, keempat penjual miras ini bakal digiring ke Pengadilan Negeri Bantul untuk menjalani sidang tindak pidana ringan. Mereka dijerat dengan Perda No. PerdaNo.2/2012 tentang Pengawasan Pengendalian Pengedaran dan Pelarangan PenjualanMinuman Beralkohol.

Guna memberikan efek jera, biasanya majelis hakim menjatuhkan vonis denda cukup berat. “Kemarin ada yang didenda Rp 35 juta,” tambahnya. (zam/din/mar)

Bantul