RADARJOGJA.CO.ID – Kisruh proses seleksi pamong di delapan desa di Bantul berakhir. Investigasi yang dilakukan Inspektorat Bantul tinggal menyisakan satu wilayah yaitu Desa Bantul.

Plt Inspektur Bantul Bambang Purwadi memastikan, proses pemeriksaannya tuntas dalam dua hari ke depan. Sementara tujuh desa yang telah selesai diperiksa antara lain, Tirtomulyo (Kretek), Trirenggo (Bantul), Temuwuh (Dlingo), Srigading (Sanden), Gadingsari (Sanden), Munthuk (Dlingo), dan Sidomulyo (Bambanglipuro).

Menurutnya, hasil kerja inspektorat selama sebulan terakhir sudah disusun menjadi laporan hasil pemeriksaan (LHP). Kendati begitu, Bambang enggan membocorkan isi rekomendasi dalam LHP.

Termasuk nasib dua pamong terpilih di Desa Temuwuh yang hingga kemarin belum terlantik. Dia berdalih yang berwenang membeberkannya adalah bupati Bantul. “Nanti tunggu saja pak bupati,” kelitnya.

Terpisah, Kepala Desa Temuwuh Suradi berharap kisruh seleksi pamong di desa yang dipimpinnya segera terjawab. Sebab, puluhan desa yang menggelar seleksi pamong sudah melakukan pelantikan. Hanya tinggal Desa Temuwuh. Hal itu dirasa cukup mengganggu roda birokrasi. “Semoga Februari ini selesai,” harapnya.

Pada bagian lain, Suradi keukeuh proses seleksi jabatan sekretaris desa dan kasi pelayanan sesuai peraturan perundang-undangan. Meskipun dari sembilan panitia di Temuwuh ada satu yang tidak membubuhkan tanda tangan di berkas seleksi karena mengundurkan diri.

Alasannya, Permendagri No. 83/2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa menyebutkan tanda tangan panitia seleksi di atas berkas cukup oleh tiga orang, yakni ketua, sekretaris dan anggota. “Ini tugas pemkab untuk mencermati soal pengunduran diri itu,” pintanya. (zam/mar)

Bantul