BANTUL – Pendidikan politik sejak usia dini sudah banyak diterapkan berbagai sekolah melalui pemilihan ketua OSIS (Pemilos). Tak terkecuali MTs Ma’arif Dlingo.

Menariknya, metode pemilihan yang diterapkan MTs Dlingo berbeda dengan sekolah lainnya. Seluruh siswa MTs Dlingo memilih calon ketua OSIS melalui sistem online. Dengan begitu, proses coblosan Pemilos di siswa MTs Ma’arif Dlingo kemarin (13/2) tak lebih dari dua menit.”Jadi nggak usah membuka, mencoblos dan melipat lagi surat suara,” jelas Kepala Sekolah MTs Ma’arif Dlingo Indri Astuti kemarin.
Indri melihat model pemilos online banyak diterapkan sekolah di luar negeri. Menyusul perkembangan teknologi. Lagipula, coblosan model lama dengan memanfaatkan kertas dinilai tak efisien. Membutuhkan kertas.Adapun model coblosan online jauh lebih efektif.”Ini juga untuk memantik minat siswa belajar komputer,” ucapnya.
Heri Siswanti, seorang guru MTs Ma’arif Dlingo mengungkapkan, seluruh komputer ditanami aplikasi khusus. Dalam aplikasi ini terpasang seluruh calon ketua OSIS.”Nah, siswa tinggal mengarahkan mouse ke gambarnya untuk menentukan pilihan,” tambahnya.(zam/din/mg1)

Bantul