RADARJOGJA.CO.ID – Setelah menggulirkan program Kawasan Industri Piyungan (KIP), Pemkab Bantul kembali mencanangkan lokasi lain sebagai satu kawasan industri. Kawasan itu terletak di Kecamatan Sedayu-Pajangan.

Hanya, progres pembangunan kawasan untuk menampung para pelaku usaha multiproduk tersebut tersendat. Pemicunya, hingga, Selasa (7/2) pemkab belum menerima naskah studi kelayakan dari Badan Kerjasama dan Penanaman Modal DIJ.

“Padahal ini syarat untuk menyusun DED (detail engineering design),” jelas Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul Yudo Wibowo.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Bantul Sulistyanta mengamininya. Menurutnya, sesuai rencana awal, penyusunan naskah akademik diperkirakan selesai pada 2016. Lagipula, penyusunan masterplan sudah selesai sejak 2015. “Harusnya tahun ini menyusun DED. Lalu, penyusunan AMDAL pada 2018,” bebernya.

Sulis, sapaannya menjelaskan, luas lahan Kawasan Industri Sedayu-Pajangan 170 hektare. Lokasinya melingkupi Desa Argodadi, Sedayu, dan Triwidadi, Pajangan. Perkiraannya, satu pabrik dibatasi maksimal menggunakan lahan sepuluh hektare. “Lima haktare kami minta untuk cluster Usaha Kecil Menengah,” kata Sulis, demikian akrab disapa.

Kawasan Industri Sedayu-Pajangan diharapkan bisa menyerap sedikitnya 30 ribu tenaga kerja. Investor harus memprioritaskan warga Bantul.

Terkait pengelola, Sulis mengklaim ada satu investor besar yang intens menjalin komunikasi dengan pemkab. Investor dari Jakarta ini bersedia menjadi mitra mengelola Kawasan Industri Sedayu-Pajangan. Tanpa menyebut investor yang dimaksud, Sulis percaya dengan kapabilitasnya. Menurutnya, investor tersebut telah berhasil mengelola kawasan industry dengan aset mencapai Rp 1 triliun di Jakarta. “Jaringannya juga luas,” klaimnya.

Sebagai ceruk baru, konsep kawasan Industri Sedayu-Pajangan tidak akan jauh berbeda dengan KIP. Dengan tetap menyinergikan dunia pertanian dan peternakan. Perbedaannya hanya pada konsep makronya. Kawasan Industri Sedayu-Pajangan didesain mirip dengan kawasan industri di Sentolo, Kulonprogo. “Konsepnya smart city,” tuturnya.

Sulis menegaskan, peluang bisnis kawasan industri ini cukup menjanjikan. Apalagi, sejauh ini sudah ada lima industri pendukung yang beroperasi. Semuanya berpolutan rendah.

“Ada yang bergerak dalam bidang garmen dan produksi nugget,” tambahnya. (zam/mar)

Bantul