RADARJOGJA.CO.ID – PD BPR Bank Bantul terus berupaya menunjukkan komitmen ikut mengembangkan perekonomian usaha mikro keceil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Bantul. Untuk mewujudkan komitmen tersebut, perusahaan daerah Pemkab Bantul ini telah menyiapkan dana untuk modal pelaku UMKM di wilayah bumi Projotamansari.

Tak tanggung-tanggung dana kredit yang disiapkan Rp 200 miliar. Dari alokasi tersebut yang untuk UMKM mencapai Rp 100 miliar dan separonya lagi kredit untuk pegawai.

“Pada 2017 ini kami menaikan dana kredit hingga 11 persen dibandingkan 2016. Sebanyak 50 persen dana kredit akan dialokasikan khusus bagi pelaku UMKM,” kata Direktur BPR Bank Bantul, Heri Sutanto kepada Radar Jogja Online di kantornya, Senin (6/2).

Menurutnya, pelaku UMKM yang menjadi sasaran Bank Bantul beragam. Mulai dari pelaku usaha jasa laudry, kos-kosan, pedagang pasar, angkringan, kerajinan, dan kuliner.

“Ini sejalan dengan visi misi Bank Bantul yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bantul. Tidak tidak profit tapi juga manfaat bagi masyarakat,” papar Heri.

Bagaimana dengan bunga kredit? Heri menjelaskan, bungan kredit bagi UMKM relatif lebih rendang dibandingkan lembaga perbankan lainnya. Bahkan, suku bunga tak jauh beda dengan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) pemerintah pusat. “Bunganya tidak jauh beda dengan bunga KUR,” terang Heri.

Selain bunga yang rendah, Bank Bantul juga memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM yang ingin mengajukan kredit secara berkelompok. Kemudahan itu adalah tidak perlu ada jaminan bagi pelaku UMKM yang mengajukan pinjaman secara berkelompok dengan minimal 5 orang.

“Kami bisa memberikan modal usaha sampai Rp 5 per orang tanpa jaminan. Syaratnya kelompok rajin rapat dan saling mendukung dan percaya,” ungkapnya. (mar/hes)

Bantul