SLEMAN - Pengalaman berwisata tak lagi sebatas menikmati wahana permainan. Perpaduan rekreasi, seni budaya, dan edukasi menjadi salah satu pendekatan untuk memperkaya aktivitas wisatawan. Jogja Bay by Waterboom Jogja menempuh langkah tersebut saat memasuki usia satu dekade.
General Manager Jogja Bay by Waterboom Jogja Agus Rochiyardi mengatakan pembaruan dilakukan melalui revitalisasi fasilitas dan pengembangan atraksi. Pembenahan tersebut meliputi jembatan, lantai keramik di area wahana, penataan taman, serta pengecatan ulang sejumlah wahana permainan.
Pengelola juga menyiapkan pembaruan Museum Air dengan teknologi interaktif dan konsep imersif. Wahana edukasi itu dirancang menghadirkan simulasi menangkap ikan hingga aktivitas menjaga kebersihan lingkungan melalui layar sentuh.
“Genap berusia 10 tahun, sudah saatnya dilakukan pembaruan. Karena itu, kami melakukan revitalisasi agar dapat memberikan pelayanan dan suasana terbaik bagi pengunjung,” ujarnya, Sabtu (17/10).
Baca Juga: Sensasi Baru Jogja Bay "Bay Culture Show", Perpaduan Wisata Air dan Pertunjukan Budaya di Kala Senja
Selain pembenahan fasilitas, Jogja Bay mengembangkan atraksi seni budaya melalui Bay Culture Show (BCS).
Sales Manager Jogja Bay Fajri Wijayanto mengatakan, pertunjukan tari yang memadukan unsur tradisional dan modern tersebut digelar setiap akhir pekan dengan latar kolam ombak.
Pada Oktober ini, BCS mengangkat tema Ramayana Beyond The Wave, mengadaptasi kisah Rama dan Sinta. Ke depan, pengelola berencana menghadirkan cerita rakyat dan tarian daerah Nusantara dengan melibatkan komunitas seni lokal.
Fajri berharap kolaborasi tersebut dapat mempertemukan kegiatan rekreasi dengan seni budaya sekaligus membuka ruang bagi seniman lokal menampilkan karya mereka kepada pengunjung.
Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata DIY Don Charles menilai, atraksi berbasis seni budaya berpotensi memperluas manfaat pariwisata.
Baca Juga: Promo Jogja Bay di Bulan Oktober: Gratis Masuk Bagi yang Berulang Tahun
Selain menambah pilihan aktivitas bagi wisatawan, keterlibatan seniman lokal dapat membuka peluang ekonomi bagi pelaku seni dan industri kreatif.
Menurut Don, keberagaman atraksi tematik seperti Ramayana Beyond The Wave berpeluang mendorong wisatawan tinggal lebih lama dan meningkatkan belanja selama berkunjung ke DIY.
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Radar Jogja