SAMOSIR - Deretan kursi dan meja yang terbuat dari batu menjadi salah satu peninggalan sejarah yang menarik perhatian wisatawan di Huta Siallagan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.
Situs yang dikenal sebagai Batu Persidangan atau Kursi Batu Raja Siallagan ini menjadi bagian dari jejak kehidupan masyarakat Batak Toba pada masa lalu.
Huta Siallagan berada di Desa Siallagan Pindaraya, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir.
Kawasan ini merupakan perkampungan adat Batak Toba yang dikelilingi tembok batu. Di dalamnya terdapat rumah adat, makam, patung tradisional, serta Batu Persidangan yang menjadi salah satu daya tarik utamanya.
Baca Juga: BRI Kartu Kredit Bikin Nonton Pestapora 2026 Makin Nyaman, Tiket Bisa Dicicil 0 Persen
Batu Persidangan terdiri atas kursi dan meja batu yang disusun di kawasan terbuka. Pada masa lalu, tempat tersebut digunakan Raja Siallagan bersama para tetua adat untuk melakukan pertemuan, membahas berbagai persoalan masyarakat, sekaligus mengadili orang yang dianggap melanggar hukum adat.
Susunan kursi pada Batu Persidangan memiliki fungsi masing-masing. Terdapat tempat duduk untuk raja, penasihat, tokoh adat, hingga pihak yang sedang menjalani proses persidangan. Di kawasan tersebut juga terdapat lokasi lain yang pada masa lalu berkaitan dengan pelaksanaan hukuman bagi orang yang telah dijatuhi keputusan oleh raja.
Baca Juga: Krisis Habitat Satwa Langka: Tapir Kembali Berkeliaran di Area Sawit Mesuji Lampung
Keberadaan Batu Persidangan menunjukkan bahwa masyarakat Batak Toba telah memiliki mekanisme musyawarah dan aturan adat dalam kehidupan bermasyarakat.
Berbagai persoalan yang menyangkut kehidupan warga dibicarakan bersama sebelum keputusan ditetapkan oleh pihak yang berwenang dalam adat.
Kini, kawasan Huta Siallagan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah dan budaya di sekitar Danau Toba.
Wisatawan dapat melihat langsung susunan kursi batu, rumah adat Batak, serta berbagai peninggalan lain sambil mengenal cerita mengenai kehidupan masyarakat Siallagan pada masa lampau.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Samosir, Batu Persidangan bukan hanya menjadi tempat untuk berfoto.
Situs tersebut juga menawarkan pengalaman untuk mengenal sejarah, tradisi, dan sistem kehidupan masyarakat Batak Toba yang diwariskan dari generasi ke generasi. (Frencia Keliat)
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Berbagai Sumber