RADAR JOGJA – Ada banyak cara untuk menghabiskan akhir pekan di Jogja. Tak hanya datang untuk menikmati pertunjukan seni, masyarakat juga bisa ikut belajar dan mencoba berbagai kegiatan budaya dalam rangkaian Penutupan Memetri Kaistimewan DIY ke-14.
Kegiatan tersebut digelar Sabtu (12/9/2026) di Teras Malioboro Beskalan, Yogyakarta. Acara dimulai pukul 07.30 WIB hingga selesai dengan menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari budaya, hiburan, layanan masyarakat, hingga aktivitas yang bisa diikuti langsung oleh pengunjung.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah workshop budaya. Dalam kegiatan ini, pengunjung tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga diajak mengenal dan mencoba membuat karya yang berkaitan dengan tradisi Jawa.
Ada tiga workshop yang disiapkan, yakni mewiru jarik, membuat wayang suket, dan membuat dluwang. Workshop mewiru jarik dijadwalkan berlangsung pukul 08.30 hingga 09.30 WIB.
Kemudian, workshop membuat wayang suket digelar pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Peserta dapat belajar mengenal proses pembuatan wayang dari bahan alami sekaligus melihat bagaimana kesenian tradisional tersebut dibuat secara langsung.
Baca Juga: Roberto De Zerbi Sebut Mudryk Alami Cedera yang Konyol: Kami Berharap Dia Cepat Kembali
Sementara itu, workshop membuat dluwang berlangsung pukul 15.30 hingga 17.30 WIB. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat proses pembuatan kertas tradisional berbahan serat alami.
Selain workshop, rangkaian acara juga diisi dengan berbagai kegiatan lain. Masyarakat dapat mengikuti senam Zumba, menikmati pertunjukan seni dan musik, hingga mencoba pengalaman teknologi melalui VR Tata Ruang.
Sejumlah layanan masyarakat juga turut dihadirkan. Mulai dari skrining kesehatan jiwa, pemeriksaan kesehatan dan HRV, layanan pajak keliling, hingga perpustakaan keliling.
Memasuki agenda hiburan, panggung Swaraning Kaistimewan menjadi salah satu bagian dalam acara penutupan. Sejumlah kelompok musik dan penampil dari berbagai latar turut memeriahkan kegiatan tersebut.
Baca Juga: Cara Arteta Menyabotase Pramusim Arsenal, Siapkan Pemain The Gunners untuk Situasi tak Terduga
Rangkaian Memetri Kaistimewan merupakan bagian dari peringatan 14 tahun Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY. Sebelumnya, kegiatan ini telah berlangsung di sejumlah lokasi dengan menghadirkan pertunjukan budaya, layanan masyarakat, serta aktivitas yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat.
Penutupan di Teras Malioboro Beskalan menjadi salah satu momentum untuk mengenalkan budaya kepada masyarakat dengan cara yang lebih dekat dan interaktif.
Melalui kegiatan seperti workshop wayang suket dan dluwang, budaya tidak hanya hadir sebagai tontonan. Masyarakat juga dapat ikut mencoba, belajar, sekaligus mengenal proses di balik pembuatan karya tradisional tersebut.
Bagi warga Jogja yang ingin mengisi akhir pekan sambil mengenal budaya lokal, kegiatan ini bisa menjadi salah satu pilihan. Terlebih, sejumlah agenda dalam rangkaian acara dapat diikuti secara langsung dan tidak hanya berpusat pada pertunjukan di atas panggung.
(Maria Margaretha Nirong Gedo)
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Berbagai Sumber