KEBUMEN - Geopark Kebumen memperkuat jejaring internasional dengan membangun kolaborasi bersama Geopark Lenggong, Malaysia. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pada rangkaian acara Asia-Pacific Geoparks Network (APGN) Symposium 2026 di Langkawi, Malaysia.
Ketua Dewan Pakar Geopark Kebumen Chusni Ansori mengatakan, kehadiran Geopark Kebumen salah satunya untuk memperkuat posisi tawar di kawasan Asia-Pasifik. Bagi Geopark Kebumen, keikutsertaan dalam forum tersebut bukan hanya kesempatan untuk memperkenalkan beragam potensi kawasan, tetapi juga memperkuat hubungan kelembagaan dengan geopark lain.
"Kami berharap dari kerjasama ini dapat mendorong pertukaran pengetahuan dan pengembangan riset bersama," jelasnya, Jumat (11/9).
Baca Juga: Imbas Kasus Kekerasan Seksual, Kemenag DIJ Layangkan Surat Peringatan pada Pondok Ash-Sholihah
APGN Symposium 2026, kata Chusni, menjadi ruang pertemuan penting bagi pengelola geopark dari berbagai negara. Di dalamnya antarpengelola geopark saling bertukar pegalaman tentang potensi kawasan geopark mereka masing-masing.
Forum itu juga mengulas berbagai fokus pembahasan, mulai dari pengelolaan warisan geologi, konservasi, pendidikan, pemberdayaan masyarakat dan pengembangan geowisata berkelanjutan.
Menurut Chusni, jejaring internasional menjadi elemen penting dalam pengembangan geopark. Melalui kerja sama tersebut setiap pengelola dapat saling berbagi pengetahuan serta strategi pengelolaan kawasan geopark sesuai karakter dan kebutuhan wilayah.
Baca Juga: Lagi dan Lagi Video Detik-Detik Puluhan Siswa di Lombok Tengah Diduga Keracunan MBG Viral
"Pertemuan ini membuka ruang pertukaran pengalaman dalam pengelolaan warisan geologi," kata Chusni.
Anggota Badan Pengelola (BP) Geopark Kebumen Supriyanto menjelaskan, kerjasama tersebut juga bertujuan membangun hubungan persahabatan antara Lenggong UGGp dan Kebumen UGGp. Kedua geopark telah sepakat untuk bertukar pengalaman serta membangun kolaborasi secara timbal balik.
Adapun ruang lingkup kerja sama mencakup pertukaran gagasan dan pengalaman mengenai konservasi warisan geologi dan pengenalan ilmu kebumian kepada masyarakat. "Kerja sama ini berlaku selama lima tahun," ujarnya.
Di samping itu kedua pengelola geopark berkomitmen terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Kedua pihak juga membuka peluang kerja sama penelitian terkait geopark. Pertukaran informasi melalui platform media juga menjadi poin kesepakatan bersama. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo