MUNGKID - Kabupaten Magelang menyimpan banyak destinasi wisata yang belum banyak dikenal wisatawan. Sejumlah lokasi yang selama ini tersembunyi di balik perbukitan, desa, hingga kawasan yang belum menjadi tujuan utama perjalanan wisata mulai menunjukkan potensi dan bahkan dilirik investor.
Pemkab Magelang pun mencoba memetakan potensi tersebut melalui kegiatan one day tour ke perbukitan Menoreh. Sekitar 60 peserta yang terdiri atas pelaku pariwisata, biro perjalanan, wartawan, GenPI, duta wisata, dan pemuda berprestasi diajak menyusuri sejumlah destinasi dan potensi wisata yang belum terlalu terekspos.
Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang Farnia Berliani Sri Tulodho menuturkan, konsep one day tour sengaja dirancang untuk memperkenalkan destinasi yang selama ini belum menjadi arus utama kunjungan wisata.
Baca Juga: Hasil Perlinsos Digital Disoal Pemkab, 131.491 Keluarga di Sleman Dinilai Tak Layak Dapat Bansos
"Betapa banyak sekali hidden gem yang tersembunyi ini yang ternyata menjadi potensi di Kabupaten Magelang dan dilirik oleh investor-investor," kata Farnia, Rabu (2/9).
Rombongan memulai perjalanan dari Omah Mbudur. Dari sana, perjalanan berlanjut ke Sentra Bambu di Desa Kebonsari, Borobudur. Farnia menyebut, sentra tersebut menunjukkan potensi wisata Magelang tidak selalu berbentuk objek wisata.
Salah satu produk yang ditemui bahkan disebut hanya dapat dibuat oleh satu orang perajin. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena keterampilan tersebut berisiko hilang apabila tidak diturunkan kepada generasi berikutnya.
Baca Juga: Musim Kemarau, Kebakaran Hutan dan Lahan Meningkat di DIY: Kasus Terbanyak Terjadi di Gunungkidul
Pemkab mendorong agar keterampilan dan produk tersebut dapat dikembangkan sekaligus diwariskan kepada generasi muda. Sehingga tidak berhenti pada satu generasi perajin.
Dari sentra bambu, rombongan kemudian menuju kawasan Menoreh. Satu titik yang dikunjungi adalah kawasan UFO Menoreh. Farnia mengaku, baru kali pertama datang dan melihat langsung potensi kawasan tersebut.
"Ini pertama kali. Tadi cukup deg-degan, tapi ternyata sampai di atas kita disuguhi pemandangan yang luar biasa," bebernya.
Baca Juga: Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di Sleman, Siswa Alami Pusing dan Diare
Farnia menilai, pengembangan destinasi semacam itu dapat memperpanjang waktu wisatawan berada di Kabupaten Magelang. Jika selama ini wisatawan datang ke Borobudur sebagai tujuan utama, keberadaan destinasi alternatif dapat membuat perjalanan mereka berlanjut ke kawasan lain.
"Harapannya dengan mengenalkan ini, nanti destinasi wisata di Kabupaten Magelang ini tidak hanya sekadar berkunjung ke Candi Borobudur, tapi juga bisa membangun ekosistem yang lain wisata di Kabupaten Magelang," bebernya.
Perjalanan one day tour kemudian dilanjutkan ke Kopi Mbah Ponco dan Desa Bahasa. Rangkaian tersebut menunjukkan konsep yang ingin dibangun pemkab, yakni menggabungkan wisata alam, ekonomi kreatif, kuliner, perkebunan, hingga wisata berbasis masyarakat dalam satu jalur perjalanan.
Baca Juga: Berburu Buku Bekas dan Langka di Pasar Buku Sriwedari Solo
Pengelola UFO Menoreh Soim menuturkan, kawasan tersebut sejak awal tidak dirancang sekadar sebagai tempat makan atau spot foto. Konsep utamanya adalah menciptakan pusat pasar bagi produk lokal masyarakat Desa Ngargoretno.
UFO Menoreh diinisiasi bersama BUMDes Argo Inten Desa Ngargoretno dan masyarakat setempat. Pola pembiayaannya pun menggunakan konsep investasi gotong royong, selain dukungan modal dari BUMDes.
"Dengan harapan ini akan menjadi pasar produk lokal yang ada di Desa Ngargoretno," kata Soim. (aya)