MUNGKID - Layanan jip wisata di kawasan Nepal Van Java, Dusun Butuh, Temanggung, Kaliangkrik terus berkembang seiring meningkatnya kunjungan wisatawan.
Dari yang semula hanya mengandalkan empat unit jip dari BUMDes pada 2022, kini jumlah armada yang siap melayani wisatawan mencapai sekitar 150-200 unit.
Ratusan jip tersebut tidak hanya mengantar wisatawan ke Nepal Van Java. Pengelola juga mengembangkan paket perjalanan yang menghubungkan berbagai destinasi di lereng Gunung Sumbing, mulai dari Silancur Highland, Negeri Sayur Sukomakmur, Wana Mukti Si Gede, hingga Curug Silawe.
Baca Juga: Damkarmat Kabupaten Bantul Catat Ada 83 Kebakaran Lahan sejak Awal Tahun, Imogiri Terbanyak
Pengelola Jip Nepal Van Java, Danang Suganda mengutarakan, usaha jip wisata mulai dirintis sejak akhir 2022. Lantas, aktivitas wisata di lereng Gunung Sumbing itu mulai meningkat signifikan pada 2023 dan terus bertahan hingga sekarang.
"Awalnya cuma empat (unit jip). Itu diawali dari BUMDes Desa Temanggung. Sekarang sudah ready sekitar 150 sampai 200 unit," kata Danang, Jumat (28/8).
Jumlah armada tersebut membuat wisatawan memiliki lebih banyak pilihan untuk menjelajahi 'sabuk gunung' di kawasan lereng Sumbing. Terlebih, tidak semua wisatawan datang dengan rombongan besar. Ada pula keluarga maupun wisatawan individu yang memanfaatkan layanan tersebut.
Baca Juga: Wisata Pantai dan Kafe Viral Dongkrak Kunjungan Wisatawan di Kulon Progo Hingga 1,8 Juta Orang
Danang mengatakan, paket wisata yang tersedia dibagi menjadi tiga pilihan. Paket short dibanderol Rp 400 ribu dengan rute dua destinasi, yakni Nepal Van Java menuju Negeri Sayur Sukomakmur kemudian kembali ke titik awal dalam kurun waktu dua jam.
Paket medium seharga Rp 600 ribu dengan tiga titik perjalanan selama tiga jam. Paket ini membawa wisatawan dari Nepal Van Java menuju Silancur Highland, kemudian Negeri Sayur Sukomakmur sebelum kembali ke titik awal.
Sementara paket long trip Rp 1 juta dengan rute lebih panjang dan mencakup empat destinasi selama empat jam. Yakni Nepal Van Java, Silancur Highland, Wana Mukti Si Gede, Negeri Sayur Sukomakmur hingga Curug Silawe.
Baca Juga: Tekan Pengangguran Lulusan S1, UMY Gandeng 20 Perusahaan Buka Job Fair
"Yang paling banyak diminati itu jalur Silancur sampai Nepal. Karena memang komplet, melewati empat kampung, empat hutan, dan empat kebun sayur," ujar Danang.
Rute tersebut, lanjut dia, menjadi daya tarik tersendiri karena wisatawan tidak hanya berpindah dari satu destinasi ke destinasi lain. Karena sepanjang perjalanan, mereka mendapatkan pemandangan lanskap pertanian lereng Sumbing, perkampungan, hutan, kebun sayur, hingga panorama pegunungan.
Bahkan pada waktu tertentu, terutama saat cuaca cerah, wisatawan juga dapat menikmati pemandangan enam gunung dari kawasan Silancur Highland ketika matahari terbit.
Baca Juga: Festival Mustika Rasa Hadir di Jogja, Hasto Wardoyo Ajak Warga Nikmati Warisan Kuliner Bung Karno
Danang melanjutkan, pasar wisata jip kini juga tidak lagi hanya mengandalkan wisatawan lokal. Dia menyebut, pemesanan datang dari berbagai daerah, mulai Jakarta dan Tangerang hingga Surabaya serta Banyuwangi.
Sejumlah hotel dan agen perjalanan juga telah menjalin kerja sama dengan pengelola jip. Untuk wisatawan yang datang menggunakan bus besar, operator jip menyediakan titik pertemuan di bawah kawasan lereng. Bus dapat berhenti di Rest Area Kaliangkrik maupun Rest Area Maduretno, lalu perjalanan menggunakan jip.
Kapasitas satu jip, kata Danang, maksimal empat wisatawan dewasa ditambah seorang pengemudi. Sementara layanan jip beroperasi sejak sekitar pukul 04.30 hingga 17.00. Pagi hari menjadi waktu favorit karena wisatawan dapat mengejar momen matahari terbit.
Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Indonesia Punya Tiga Spesies Orangutan
Danang menyebut, periode Juli hingga akhir Agustus merupakan waktu terbaik untuk menikmati rute tersebut. September pun dinilai masih cukup ideal selama kondisi cuaca mendukung.
Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang Farnia Berliani Sri Tulodho mengakui, keberadaan jip menjadi bagian penting dalam pengembangan wisata di kawasan Nepal Van Java.
Menurut dia, karakter destinasi di lereng Sumbing membuat wisatawan membutuhkan moda transportasi untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Apalagi wisatawan yang datang tidak cukup hanya menikmati satu titik seperti Nepal Van Java.
Baca Juga: Mentan Amran: Presiden Perintahkan Kirim Pompa, 200 Unit Langsung Dikerahkan untuk Tangani Karhutla
"Memang membutuhkan akomodasi. Tidak mungkin mereka hanya sekadar di Nepal saja," terang Farnia.
Namun, dia menilai, perlu adanya penataan agar keberadaan operator jip tidak menimbulkan persoalan baru. Farnia mengatakan, pengelolaan jip di kawasan tersebut masih perlu dibahas bersama dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat dan pelaku usaha.
"Ini baru akan kita rembuk seperti apa baiknya, pengelolaannya supaya bisa terkoordinir dengan baik," bebernya. (aya)