JOGJA - Sebanyak 33 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara seperti Amerika, Jepang, Kanada hingga Inggris diajak untuk mengenal lebih jauh tentang budaya masyarakat Jogjakarta. Melalui program Javanese Culture Festival yang diinisiasi oleh Friendship Force. Kegiatan tersebut berlangsung dari tanggal 16-25 Agustus 2026.
Founder Friendship Force Mohammad Arifin Mochtar mengatakan, konsep Javanese Culture Festival adalah program pertukaran budaya. WNA diajak untuk tinggal di rumah-rumah warga selama satu pekan penuh agar bisa menyelami kehidupan masyarakat Jogjakarta.
Baca Juga: Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Sang Saka Turut Dibentangkan di Tengah Peron Stasiun Tugu
Adapun di Kota Jogja para wisatawan mancanegara akan diajak untuk mengenal sumbu filosofi, melihat kerajinan perak Kotagede, menyelami sejarah Masjid Kauman dan Masjid Gedhe Mataram Kotagede, dan melihat langsung proses tujuh bulanan atau mitoni.
“Tujuan utamanya adalah pertukaran budaya agar kita saling mengenal,” ujar Arifin di sela pembukaan Javanese Culture Festival yang diselenggarakan di Hyatt Regency, Minggu (16/8) malam.
“Banyak dari mereka yang terharu dan mengaku tidak menyangka orang Indonesia sangat ramah, penuh gotong royong, dan memiliki rasa persatuan yang kuat," tuturnya.
Hadir membuka kegiatan, Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan menegaskan bahwa Javanese Culture Festival dapat menjadi ajang strategis untuk mengenalkan budaya dan kearifan lokal Jogja ke dunia. Potensi tersebut akan terus digarap secara maksimal agar dapat menjadi daya tarik wisata internasional.