WNA Diajak Selami Kehidupan Masyarakat Lokal Jogja, Pemkot Bekali Kamwis Kemampuan Bahasa Asing

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:10 WIB
Javanese Culture Festival resmi dibuka Minggu (16/8) malam. Program tersebut mengajak wisatawan asing dari berbagai negara untuk mengenal lebih dekat budaya Jogjakarta. (IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA)
Javanese Culture Festival resmi dibuka Minggu (16/8) malam. Program tersebut mengajak wisatawan asing dari berbagai negara untuk mengenal lebih dekat budaya Jogjakarta. (IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA)

JOGJA - Sebanyak 33 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara seperti Amerika, Jepang, Kanada hingga Inggris diajak untuk mengenal lebih jauh tentang budaya masyarakat Jogjakarta. Melalui program Javanese Culture Festival yang diinisiasi oleh Friendship Force. Kegiatan tersebut berlangsung dari tanggal 16-25 Agustus 2026.

Founder Friendship Force Mohammad Arifin Mochtar mengatakan, konsep Javanese Culture Festival adalah program pertukaran budaya. WNA diajak untuk tinggal di rumah-rumah warga selama satu pekan penuh agar bisa menyelami kehidupan masyarakat Jogjakarta.

Baca Juga: Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Sang Saka Turut Dibentangkan di Tengah Peron Stasiun Tugu

Adapun di Kota Jogja para wisatawan mancanegara akan diajak untuk mengenal sumbu filosofi, melihat kerajinan perak Kotagede, menyelami sejarah Masjid Kauman dan Masjid Gedhe Mataram Kotagede, dan melihat langsung proses tujuh bulanan atau mitoni.

“Tujuan utamanya adalah pertukaran budaya agar kita saling mengenal,” ujar Arifin di sela pembukaan Javanese Culture Festival yang diselenggarakan di Hyatt Regency, Minggu (16/8) malam.

Bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, para wisatawan asing juga diajak untuk mengikuti lomba tujuh belasan. Ia yakin, program tersebut akan memberi dampak besar bagi promosi pariwisata Jogjakarta di tingkat internasional. Sekaligus menjadi media diplomasi budaya sekaligus menumbuhkan citra positif Indonesia di luar negeri.
 
Baca Juga: Kejar Pendapatan Asli Daerah, Sleman Kaji Peningkatan Biaya Sewa Rusunawa

“Banyak dari mereka yang terharu dan mengaku tidak menyangka orang Indonesia sangat ramah, penuh gotong royong, dan memiliki rasa persatuan yang kuat," tuturnya.

Hadir membuka kegiatan, Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan menegaskan bahwa Javanese Culture Festival dapat menjadi ajang strategis untuk mengenalkan budaya dan kearifan lokal Jogja ke dunia. Potensi tersebut akan terus digarap secara maksimal agar dapat menjadi daya tarik wisata internasional.

Wawan mengaku, telah merencanakan langkah penguatan kapasitas bagi pengelola dan warga di kampung wisata (kamwis). Salah satunya program pelatihan bahasa asing. “Kami akan meningkatkan kapasitas masyarakat dan perangkat di kampung wisata melalui pelatihan bahasa Inggris," terang Wawan. (inu)
Editor : Sevtia Eka Novarita
warga negara asing (WNA) Javanese Culture Festival Budaya WNA Jogjakarta