Paralayang Jadi Obyek Wisata Adrenalin Giri Sembung Kulon Progo, Menikmati Keindahan Alam Sambil Terbang

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 14:43 WIB
TERBANG: Pilot paralayang berhasil lepas landas dari Giri Sembung. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
TERBANG: Pilot paralayang berhasil lepas landas dari Giri Sembung. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 

KULON PROGO - Objek wisata Giri Sembung resmi dibuka untuk umum. 

Obwis yang terletak di Kalurahan Banjarasri, Kapanewon Kalibawang ini menawarkan wisata paralayang dengan harga terjangkau.

Dalam sekali terbang, pengunjung hanya merogoh kocek sekitar ratusan ribu rupiah saja.

Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menegaskan, objek wisata Giri Sembung resmi beroperasi dengan daya tarik wisata paralayang yang menguji adrenalin.

Obwis ini dikelola oleh desa wisata yang bekerjasama dengan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI).

Baca Juga: Here We Go!! Jurgen Klopp Resmi Teken Kontrak dengan DFB sebagia Nahkoda Baru Tim Nasional Jerman

"Wisata paralayang ini mampu mendongkrak kunjungan wisatawan, baik domestik atau mancanegara," ucap Ambar, saat mencoba paralayang di Giri Sembung, Jumat (24/7/2026).

Ambar menjelaskan, Giri Sembung awalnya sebuah bukit yang dulu sering digunakan sebagai tempat take off paralayang FASI.

Melihat potensi itu, Pemkab Kulon Progo mengembangkan objek wisata.

Melalui dukungan Dana Keistimewaan Giri Sembung mulai dibangun.

Rampung akhir 2025 lalu, FASI serta penikmat paralayang mulai uji coba terbang.

Setelah uji coba terbang, operasional resmi wisata paralayang dimulai. 

Baca Juga: Los Pasar Brosot di Kulon Progo Roboh Termakan Usia, Beruntung Tidak Ada Korban Jiwa

Sejak resmi operasional Juni 2026, sukses menarik ratusan pengunjung yang menikmati paralayang.

"Ada beberapa paket yang ditawarkan, paket basic dimulai Rp 450 ribu," ucapnya.

Ambar menjelaskan, wisata paralayang dapat dinikmati dengan Rp 450 ribu.

Jika pengunjung hendak mendokumentasikan momen paralayang dapat mengambil paket lain, senilai Rp 650 ribu hingga Rp 700 ribu.

Paket ini dilengkapi kamera tempel dan kamera 360 derajat.

Untuk saat ini, pemkab berfokus mengembangkan ekosistem sport tourism.

Sedangkan untuk pendapat daerah dari objek wisata Giri Sembung masih menjadi bahan kajian.

Baca Juga: Kemenangan Besar Konsumen! MK Putuskan Sisa Kuota Internet Tak Boleh Otomatis Hangus Lagi

Tujuannya, agar Giri Sembung dikenal terlebih dahulu ke masyarakat luas.

Menurutnya, Giri Sembung mampu bersaing dengan objek wisata serupa di Pantai Parangtritis.

Pasalnya, angin untuk menerbangkan paralayang hampir ada sepanjang tahun. Dimulai dari Maret hingga Oktober.

Selain itu, durasi terbang paralayang sekitar 7 menit.

Waktu itu, cukup untuk menikmati keindahan landscape Bumi Binangun, serta melihat jajaran Perbukitan Menoreh.

Sementara itu, salah satu pengunjung Indrian mengaku menikmati wisata paralayang.

Baca Juga: Go Oiwa Akan Tangani Timnas Jepang Setelah Jabatan Hajime Moriyasu Berakhir di Piala Asia 2027

Terbang di barisan Perbukitan Menoreh menggunakan parasut paralayang menjadi pengalaman pertama dan akan selalu di ingat.

"Baru pertama kali mencoba paralayang, sebenarnya takut ketinggian," ucapnya.

Indri menjelaskan, saat take off jantung berdebar-debar.

Mengingat take off berada di puncak bukit terbuka. Untungnya, take off berjalan lancara dalam sekali lari.

Saat di udara, perempuan ini menikmati penerbangan dengan mendokumentasikan sejumlah landscape panorama. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
Giri Sembung Obyek Wisata Adrenalin Menikmati Keindahan Alam Sambil Terbang paralayang Kulon Progo