MUNGKID - InJourney Destination Management (IDM) atau PT TWC telah menyiapkan beragam program kegiatan selama masa libur sekolah. Mulai dari perjalanan reflektif Tanceping Niat, petualangan edukatif anak Junior Wanderer, hingga ruang permainan tradisional Kampung Dolan.
Direktur Komersial IDM, Gistang Panutur mengutarakan, rangkaian program ini menunjukkan untuk mengubah pola kunjungan wisata ke Borobudur. Yang selama ini cenderung singkat dan berorientasi rekreasi, menjadi pengalaman yang lebih mendalam, edukatif, dan bernilai budaya.
Pendekatan tersebut, kata dia, merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat posisi Borobudur sebagai destinasi wisata berbasis pengalaman. "Borobudur tidak hanya diposisikan sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran yang menyimpan nilai sejarah, budaya, dan spiritualitas," paparnya, Selasa (30/6).
Baca Juga: Reno Candra Sangaji Juga Jadi Tersangka di Kejati DIY, Kerugian Negara Disebut Rp 4,22 Miliar
Satu program yang menonjol adalah Tanceping Niat, yang telah dimulai sejak 21 Juni 2026. Program ini menawarkan pengalaman reflektif di kawasan candi, dengan mengajak pengunjung menikmati suasana hening di sekitar arca Unfinished Buddha.
Berbeda dengan kunjungan wisata biasa, kata dia, aktivitas ini lebih menekankan pada pengalaman personal. Yang mana pengunjung diajak berhenti sejenak dari aktivitas wisata dan merefleksikan diri.
Di sisi lain, program edukatif difokuskan pada segmen keluarga, khususnya anak-anak. Melalui Junior Wanderer Holiday Adventure yang dijadwalkan pada 5 Juli 2026, anak-anak diajak mengenal sejarah Candi Borobudur melalui pendekatan eksploratif di lapangan.
Baca Juga: TKD Yang Disewakan Reno Candra Sangaji Digunakan Sebagai Tempat Hunian, Uang Sewa Tidak Masuk ke Kas Negara
Gistang menyebut, program ini dilengkapi dengan kegiatan lain berupa Junior Wanderer Heritage Lab yang digelar di Museum Kapal Samudraraksa dan Museum Karmawibhangga. Dalam program ini, pengunjung dapat mengikuti berbagai workshop seni seperti mewarnai wayang, belajar gamelan, hingga tari tradisional.
Selain edukasi, Tari Kidung Tribangga menjadi satu pertunjukan utama yang mengangkat kisah dari relief Candi Borobudur. "Selain itu, ditampilkan pula berbagai pertunjukan lain seperti Sendratari Geger Goa Kiskendo, Tari Menak Kontjer, Tari Warok Manunggal, dan Tari Topeng Ireng," katanya.
Sementara itu, interaksi budaya secara langsung dihadirkan melalui Kampung Dolan, yang menjadi ruang permainan tradisional bagi anak-anak dan keluarga. Program ini berlangsung sejak 20 Juni hingga 16 Juli 2026 di area Museum Kapal Samudraraksa.
Baca Juga: Janjikan Sewa TKD Tanpa Izin Bisa Terus Diperpanjang, Reno Candra Sangaji Sebabkan Kerugian Negara Rp 1,7 Miliar
Gistang menambahkan, untuk mendukung peningkatan kunjungan, pengelola juga menawarkan sejumlah promo tiket selama periode liburan. Di antaranya harga khusus untuk naik ke struktur candi pada jam tertentu, serta paket wisata menikmati sunset di kawasan Borobudur.
Selain itu, kerja sama dengan platform perjalanan digital dimanfaatkan untuk menawarkan berbagai promo. "Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk menjaga daya tarik kunjungan di tengah persaingan destinasi wisata sekaligus mengatur arus wisatawan," ujarnya. (aya)