Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dolar Kian Kuat, Lama Tinggal Wisman di Kota Jogja Meningkat Pesat 

Iwan Nurwanto • Kamis, 4 Juni 2026 | 14:06 WIB
Rupiah jeblok terhadap USD.
Rupiah jeblok terhadap USD.

JOGJA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja mencatat tren positif di sektor pariwisata.

Lama tinggal wisatawan mancanegara (wisman) pada hotel berbintang maupun non bintang diketahui meningkat pesat.

Kepala BPS Kota Jogja Joko Prayitno mengatakan, berdasarkan hasil pendataan pada bulan April lalu lama tinggal wisman di Jogja pada hotel berbintang diketahui mencapai 2,22 malam. Naik dibandingkan bulan Maret yang hanya 1,77 malam.

Kenaikan juga terjadi pada hotel non bintang, pada bulan Maret wisman menghabiskan waktu menginap di hotel melati selama 1,72  malam. Kemudian di bulan April naik menjadi 1,82 malam.

Dia menyebut, kenaikan lama tinggal wisman di Kota Jogja disebabkan oleh nilai tukar dolar terhadap rupiah yang semakin menguat. Sehingga mata uang asing memiliki nilai yang lebih berharga jika dibelanjakan.

Baca Juga: Terkubur Lama, Arca dan Peripih Ditemukan di Dasar Candi Losari Magelang

“Kalau dilihat memang tamu asing naik dari tingkat penggunaan kamar hotel,” ujar Joko saat dikonfirmasi, Kamis (4/6/2026).

Ketua DPD Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIJ Bobby Ardiyanto Setyo Adji menyampaikan, kenaikan nilai tukar dolar dapat memiliki dampak ganda. Di satu sisi menaikkan kunjungan wisman. Namun disisi lain juga membuat biaya operasional membengkak.

Bobby mengingatkan, di masa libur musim panas pada bulan Juni hingga September kunjungan wisman ke Jogjakarta berpotensi meningkat. Oleh karena itu, baik pelaku wisata maupun pemerintah daerah harus mulai bersiap.

Menurutnya ada beberapa poin yang harus segera dipersiapkan. Misalnya harus ada stabilitas aksesibilitas di tengah dinamika perubahan jadwal dan efisiensi biaya avtur pada maskapai penerbangan. Lalu juga wajib ada optimalisasi terhadap pengelolaan destinasi prioritas seperti Borobudur.

Baca Juga: Harga Emas Antam Kembali Turun di Angka 2.759.000 Per Gram Hari Ini, Kamis 4 Juni 2026

Selain itu, diperlukan pula peningkatan standar keselamatan untuk meningkatkan kepercayaan wisman terhadap destinasi wisata di Indonesia. Lantaran sebelumnya sempat ada kecelakaan di destinasi wisata Gunung Bromo, Jawa Timur.

“Safety dan pelayanan prima tentunya menjadi bagian yang perlu menjadi penekanan di tengah dinamika pariwisata yang masih seperti ini,” tegas Bobby. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#dolar kian kuat #rupiah jeblok #Kota Jogja #lama tinggal #Wisatawan