MAGELANG - Sebanyak 18 pesepeda mancanegara singgah dan menikmati pengalaman bersepeda di Kota Magelang. Mereka memadukan olahraga, budaya, dan kehidupan masyarakat dalam agenda The Heritage Path of Central Java yang berlangsung pada 25 Mei hingga 1 Juni 2026.
Rombongan yang berasal dari berbagai negara seperti Australia, Belgia, Jerman, Inggris, Thailand, Kolombia, hingga Ceko itu menempuh tujuh etape perjalanan.
Rute tersebut menghubungkan destinasi-destinasi utama di Jawa Tengah, mulai dari Candi Prambanan, Candi Borobudur, Kota Magelang, Ambarawa, Kota Semarang, Boyolali, hingga Solo.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian pasca-kegiatan International Veteran Cycling Association (IVCA) 2026 di Klaten. Bahkan, dalam rombongan tersebut turut hadir Presiden IVCA Filip Pauwels dari Belgia dan Wakil Presiden IVCA Radim Heinreich dari Ceko.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang Imam Baihaqi mengutarakan, para pesepeda tidak hanya melintasi rute, tetapi juga diajak menyelami pengalaman budaya. Mereka disambut di kawasan Lokabudaya dengan pertunjukan tarian tradisional dan sajian kuliner khas.
Selain itu, mereka mengikuti walking tour menyusuri kawasan heritage di sekitar alun-alun. "Ini menjadi salah satu langkah untuk mengenalkan wisata di Kota Magelang, khususnya untuk segmen wisatawan mancanegara," ujarnya, Jumat (29/5).
Dia menambahkan, kolaborasi dengan komunitas lokal menjadi kunci dalam menghadirkan pengalaman yang lebih autentik bagi wisatawan. Hal itu juga sejalan dengan visi misi wali Kota Magelang untuk menggaungkan kota melalui event sport tourism dan wisata heritage.
Imam menyebut, para pesepeda tidak hanya menikmati rute bersepeda yang nyaman dan bernuansa heritage. Tetapi juga merasakan langsung kehidupan sosial masyarakat.
Dia menilai, pendekatan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih luas melalui berbagai event serupa di masa depan. "Dengan kegiatan ini diharapkan Kota Magelang semakin dikenal di mancanegara," lontarnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo