Yogyakarta – Lebih dari 90 persen masyarakat Indonesia belum pernah bepergian ke luar negeri.
Angka ini jauh di atas rata-rata global yang hanya 21%, menurut survei Pew Research Center 2023.
Fenomena ini kembali jadi perbincangan hangat di kalangan warganet Jogja dan Indonesia.
Dengan populasi sekitar 280 juta jiwa, hanya sekitar 3,5 juta perjalanan outbound tercatat pada tahun 2022.
Kepemilikan paspor juga masih rendah, di bawah 10 persen.
Baca Juga: Harga Minyak Fluktuatif, DPUPKP Kota Jogja Waswas Ajukan Pengadaan Alat Berat
Hal ini sangat kontras dengan negara-negara lain yang warganya lebih mobile secara internasional.
Ekonominya menjadi penyebab utama. PDB per kapita Indonesia berada di kisaran 5.362 USD, sementara harga tiket pesawat internasional bisa mencapai satu bulan gaji rata-rata masyarakat.
Ditambah nilai tukar rupiah yang fluktuatif, membuat liburan ke luar negeri masih menjadi mimpi mahal bagi sebagian besar penduduk.
Meski demikian, Indonesia memiliki keunggulan sendiri. Dengan lebih dari 17.000 pulau, negeri ini menawarkan beragam destinasi wisata domestik yang tak kalah menarik.
Baca Juga: Lolos UTBK SNBT? Begini Cara Mengunduh Kartu Peserta UTBK SNBT 2026
Mulai dari Pantai Gunungkidul, Borobudur, Prambanan di Yogyakarta, hingga Bali, Labuan Bajo, dan Raja Ampat.
Tahun lalu, perjalanan wisata domestik mencapai angka miliaran kali.
Di media sosial, reaksi masyarakat beragam. Banyak yang sarkastik melihat pejabat dan tokoh publik, termasuk Presiden Prabowo Subianto, yang kerap melakukan kunjungan ke berbagai negara.
“Presiden keliling dunia, rakyat keliling kampung,” tulis salah seorang pengguna X asal Jogja.
Baca Juga: Keluarnya Lionel Messi dengan Memegangi Bagian Atas Paha Kiri Warnai Kemenangan Inter Miami
Namun tak sedikit pula yang membela. “Prioritas dulu lah, bertahan hidup, bayar UKT, cicilan rumah. Wisata luar negeri itu bonus,” komentar netizen lain.
Data terbaru menunjukkan tren positif. Jumlah perjalanan ke luar negeri rebound menjadi 8,3 juta hingga akhir 2025, menandakan semakin banyak masyarakat yang mulai mampu melancong ke mancanegara.
Para ahli melihat potensi besar jika pendapatan masyarakat terus meningkat dan biaya perjalanan internasional semakin terjangkau.
Selain itu, pengembangan pariwisata domestik yang lebih berkualitas juga dapat memenuhi kebutuhan wisata sekaligus mendongkrak perekonomian daerah, termasuk Yogyakarta. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin