MUNGKID - InJourney Destination Management (IDM) atau PT TWC mengebut berbagai persiapan menjelang perayaan Waisak 2570 BE/2026 yang akan digelar di Candi Borobudur pada 31 Mei mendatang. Mulai dari mobilitas, penerangan, bahkan side event seperti Pasar Medang.
Direktur Komersial IDM, Gistang Panutur mengutarakan, pengalaman pengunjung menjadi fokus utama. Setelah revitalisasi kawasan Borobudur dan perubahan alur kunjungan pada tahun lalu, TWC melakukan sejumlah pembenahan. Mulai dari akses, penerangan, hingga sistem informasi bagi pengunjung.
Satu aspek yang diperkuat adalah penerangan kawasan. Mengingat rangkaian acara Waisak, termasuk pelepasan lampion atau lentera perdamaian, berlangsung hingga malam hari, TWC menambah sekitar 80 titik lampu penerangan di sejumlah jalur utama.
Baca Juga: Sungai Code di Kota Jogja Diproyeksikan untuk Trek Susur Sungai dan Arung Jeram, Cocok untuk Para Pemula
"Langkah ini diambil untuk mengatasi keluhan pengunjung terkait minimnya pencahayaan pada tahun sebelumnya," bebernya saat konferensi pers, Jumat (22/5).
Di sisi mobilitas, TWC juga menambah armada kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) untuk mengangkut pengunjung dari titik parkir menuju lokasi acara. Total 23 unit EV disiapkan, terdiri dari kendaraan kecil dan dua unit bus listrik berkapasitas sekitar 50 orang.
Meski demikian, kata Gistang, keterbatasan jalur dan kepadatan pengunjung membuat TWC tidak hanya mengandalkan kendaraan. Opsi berjalan kaki disiapkan sebagai alternatif, dengan jalur yang kini lebih terang dan jelas. Jarak tempuh dari area utama ke titik keluar terdekat diperkirakan sekitar 800 meter.
Baca Juga: ASN Bantul Wajib Gunakan Kendaraan Non-Fosil Setiap Jumat
"Kalau tahun lalu banyak yang kebingungan karena gelap dan tidak tahu arah, sekarang jalur pejalan kaki kami buat lebih jelas, terang, dan terarah," kata Gistang.
Dia menyebut, untuk memperkuat navigasi, TWC menambah rambu penunjuk arah di berbagai titik serta menyiagakan sekitar 80 personel tambahan. Selain itu, layanan digital melalui aplikasi MyCandi Guide juga dioptimalkan untuk membantu pengunjung memahami alur masuk dan keluar kawasan.
Dari sisi transportasi keluar kawasan, TWC menggandeng sejumlah operator, baik daring maupun luring. Kerja sama dilakukan dengan platform transportasi seperti Grab dan Bluebird, serta layanan shuttle offline seperti Cititrans, guna mengantisipasi kesulitan pengunjung saat kepulangan.
Baca Juga: Aksi Pembacokan di Kotabaru Jogja Diawali Tantangan dari Geng Trah Gendeng, Pemprov DIY Akui Sulit Bubarkan Geng Sekolah, Hanya Mampu Identifikasi
Dia melanjutkan, kapasitas parkir juga diperluas dengan menggandeng masyarakat desa sekitar. Secara total, tersedia sekitar 850 slot parkir mobil dan 432 untuk sepeda motor, baik di dalam maupun luar kawasan.
Tidak hanya fokus pada aspek teknis, TWC juga menyiapkan berbagai side event untuk memperkaya pengalaman Waisak. Salah satunya Pasar Medang yang akan digelar tiga hari sebelum puncak perayaan, menghadirkan kuliner lokal dan ruang bersantai bagi pengunjung.
Selain itu, ada pula agenda Unveiling Borobudur Volume 4 yang berlangsung pada 29 Mei hingga 1 Juni. Serta kegiatan Sunrise Walking Pradaksina pada 1 Juni, yang mengajak pengunjung menikmati suasana Borobudur saat matahari terbit setelah malam pelepasan lentera perdamaian.
Baca Juga: Pasang Spanduk Bukan Koperasi Merah Putih, Cara Unik Masjid Nurul Ashri Jual Hewan Kurban
Sementara itu, Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI, Supriyadi menegaskan, Waisak di Candi Borobudur memiliki keunikan tersendiri. Karena menghadirkan momen detik-detik Waisak yang tidak ditemukan di negara lain. Hal ini menjadikan Borobudur sebagai pusat perayaan Waisak dunia.
"Ini bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga momentum untuk menunjukkan nilai kebersamaan, toleransi, dan kerukunan kepada dunia," paparnya. (aya)