KEBUMEN - Komisi C DPRD Kebumen menilai perlu adanya badan khusus yang membidangi promosi pariwisata daerah. Kehadiran badan tersebut dianggap menjadi kebutuhan mendesak. Tujuannya untuk mengoptimalkan pengembangan sektor wisata di Kebumen.
Ketua Komisi C DPRD Kebumen Bambang Suparjo mengatakan, Badan Promosi Pariwisata Daerah atau BPPD memiliki peran strategis dalam pengembangan sektor wisata.
Salah satunya mengenalkan beragam potensi wisata, baik yang dikelola pemerintah daerah maupun pemerintah desa. Di mana saat ini jumlahnya terus berkembang.
“Sedang kami bahas, apakah nanti pembentukan badan cukup pakai Perbup atau perlu Perda,” ucapnya saat ditemui selepas rapat bersama mitra komisi, Rabu (13/5).
Konsep BPPD ini menurut Bambang hampir sama dengan yang sudah diterapkan di Jogja yang dinilai telah berhasil membangun iklim wisata secara terintegrasi. Ke depan, kata dia Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) akan diarahkan untuk lebih fokus sebagai regulator, bukan lagi sebagai eksekutor pengelolaan pendapatan daerah dari sektor wisata.
“Kami coba kiblatnya ke Jogja, di sana sudah ada. Dinas pariwisata mengarahkan dan mengatur saja,” lanjutnya.
Baca Juga: Direktur Harus Punya Visi yang Logis, Akademisi Minta PT AUKJ Kebumen Dipimpin Orang Yang Kompeten
Secara garis besar BPPD ini nantinya dirancang tidak bergantung pada pembiayaan dari APBD. Anggaran promosi bakal diambil dari persentase pendapatan objek wisata. Selain itu, Komisi C juga mendorong sistem pengelolaan pendapatan wisata dilakukan secara digital dan transparan.
“Ketika pendapatan besar, anggaran promosi juga besar. Misal sekian persen dari pendapatan hanya untuk promosi. Justru jadi tantangan tersendiri,” ujar ketua komisi yang membidangi keuangan dan pendapatan daerah ini.
Anggota Komisi C DPRD Kebumen Bangkit Hanis Saputro menambahkan, badan promosi nantinya dapat menjadi jembatan lintas sektor dalam pengembangan pariwisata daerah.
Baca Juga: Direktur Harus Punya Visi yang Logis, Akademisi Minta PT AUKJ Kebumen Dipimpin Orang Yang Kompeten
Tugas badan tersebut salah satunya menyusun agenda program tahunan hingga mengemas setiap kegiatan yang bermuara pada peningkatan jumlah kunjungan wisata di Kebumen.
“Apa-apa saja yang membuat publik mau melirik wisata Kebumen, itu tugas badan promosi,” jelas Banngkit.
Pihaknya juga terus mendorong pembentukan badan promosi wisata tersebut dapat terealisasi mulai tahun depan. DPRD bersama pemerintah daerah juga segera memproses segala kebutuhan regulasi pendukungnya. “Secepatnya saja. Ketika memungkinkan tahun depan, kenapa tidak,” tegasnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo