Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ada Pelepasan Lampion di Borobudur, Tiap Jelang Waisak Hotel di Magelang Selalu Kekurangan Kamar

Naila Nihayah • Sabtu, 2 Mei 2026 | 07:08 WIB
    DAYA TARIK: Ribuan peserta antusias mengikuti pelepasan lampion di Marga Utama, kompleks Candi Borobudur, Senin (12/5) malam.
  DAYA TARIK: Ribuan peserta antusias mengikuti pelepasan lampion di Marga Utama, kompleks Candi Borobudur, Senin (12/5) malam.

 

 

 

 

MUNGKID - Momentum perayaan Waisak 2026 kembali mendongkrak sektor perhotelan di kawasan Borobudur dan Magelang pada umumnya. Tingkat hunian kamar atau okupansi dilaporkan melonjak hingga penuh, bahkan sejak sebulan sebelum puncak perayaan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Magelang Usep Syarifudin menyebut, fenomena ini bukan hal baru. Dalam tiga tahun terakhir, tingkat hunian hotel setiap perayaan Waisak selalu mencapai kapasitas maksimal. "Setiap Waisak itu pasti penuh. Bahkan bisa dikatakan kurang kamar, karena permintaan jauh lebih tinggi," ujarnya, Jumat (1/5).

Lonjakan permintaan ini, menurut Usep, tidak semata dipicu rangkaian ritual keagamaan, melainkan oleh acara pelepasan lampion di kawasan Candi Borobudur. Kegiatan itu praktis menarik minat wisatawan dari berbagai daerah, termasuk kalangan publik figur.

Baca Juga: Investor Pilih Bayar Denda karena Lebih Murah daripada Urus Amdal, Pemkab Soroti Kerusakan Karst dan Krisis Air di Gunungkidul Selatan

 "Sekarang banyak yang datang bukan hanya untuk ibadah, tapi euforia ikut acara lampion," bebernya.

Dia menilai, keterbatasan tiket lampion justru memperkuat pola kunjungan wisatawan. Mereka yang berhasil mendapatkan tiket cenderung langsung berburu kamar hotel, bahkan hingga ke wilayah penyangga di luar Borobudur.

Usep menggambarkan pola itu seperti war. Wisatawan yang sudah mengantongi tiket akan segera mengamankan akomodasi, sementara yang tidak kebagian tiket memilih tidak datang. "Kalau sudah dapat tiket, pasti langsung cari hotel. Tapi sekarang cari hotel juga sudah sulit, karena kamar sudah habis," ujarnya.

Baca Juga: Kepeleset, Remaja asal Sleman Ditemukan Tewas setelah Empat Jam Pencarian di Sungai Progo

Dia menyebut, mayoritas pemesanan terfokus pada malam puncak, yakni 31 Mei, meski sebagian tamu mulai menginap sejak 30 Mei. Pemesanan bahkan sudah dilakukan sejak satu hingga dua bulan sebelumnya.

Tidak hanya hotel berbintang, homestay dan penginapan skala kecil di sekitar Borobudur juga mengalami lonjakan permintaan. Usep menyebut, rata-rata kapasitas penginapan di kawasan tersebut relatif kecil, berkisar 10-30 kamar, sehingga cepat terisi penuh. "Di sekitar Borobudur itu hotelnya kecil-kecil, jadi cepat sekali penuh. Homestay juga sekarang sudah sulit dicari," jelasnya.

Tingginya permintaan praktis berdampak pada kenaikan tarif kamar. Meski tidak seragam, sebagian pelaku usaha menerapkan harga lebih tinggi dibanding hari biasa. "Memang ada kenaikan harga, itu wajar. Tapi kalau berlebihan atau aji mumpung, itu yang menurut kami kurang sehat," tegasnya.

Baca Juga: Hardiknas di Kulon Progo Jadi Refleksi, Dunia Pendidikan Belum Optimal Dari isu Kesejahteraan Guru hingga Sarana dan Prasarana Sekolah

Kepadatan tidak hanya terjadi di kawasan Borobudur, tetapi juga merembet ke Kota Magelang. Hotel-hotel di pusat kota menjadi alternatif ketika akomodasi di sekitar candi telah habis.

General Manager Grand Artos Hotel and Convention Magelang Sugeng Sugiantoro memastikan, seluruh kamar telah terpesan pada periode puncak Waisak. "Periode 30 dan 31 Mei sudah penuh, total 191 kamar. Kebanyakan tamu dari Jakarta," akunya.

Sementara itu, Marketing Communication Manager Artotel Leguna Magelang Intania Arisanti menyebut, seluruh kamar hotelnya juga telah habis terjual, terutama melalui platform pemesanan daring. "Untuk tanggal 31 Mei sudah fully booked, total 111 kamar," lontarnya. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Borobudur #Magelang #Hotel #waisak #Lampion Magelang