RADAR JOGJA - Di balik keramaian kotanya, Yogyakarta juga menyimpan berbagai pesona alam yang menenangkan, khususnya air terjun yang tersebar mulai dari kawasan Perbukitan Menoreh hingga wilayah karst Gunungkidul.
Banyak yang masih menjadi hidden gem dan belum banyak dikunjungi wisatawan, sehingga cocok untuk melepas penat dan menikmati suasana alam yang segar.
- Tlogo Muncar
Terletak di Kabupaten Sleman, Tlogo Muncar berada di kawasan lereng Merapi dengan suasana sejuk khas pegunungan.
Selain pemandangan alami yang menenangkan, daerah ini juga dilengkapi fasilitas wisata yang memadai.
Wisatawan yang beruntung dapat bertemu monyet liar yang berkeliaran di sekitar area.
- Air Terjun Perawan
Tidak kalah memukau, air terjun di Kulon Progo ini menjulang setinggi 75 meter dan dikelilingi tebing lumut yang memberikan kesan asri kehutanan.
Suasananya tenang dan air yang segar membuatnya cocok sebagai tempat melepas penat.
- Curug Siluwok
Alamatnya di Kulon Progo, Curug Siluwok menawarkan pengalaman wisata alam yang lebih privat karena lokasinya yang cukup tersembunyi.
Airnya jernih dengan kolam alami yang dikelilingi hutan lebat, cocok bagi wisatawan yang ingin menjauh dari keramaian.
- Luweg Sampang
Berlokasi di Gunungkidul, Luweg Sampang sering dijuluki Mini Grand Canyon ala Jogja karena formasi batuan kapur yang unik dan aliran air yang membelah tebing.
Saat musim hujan, debit airnya meningkat dan membuat pemandangannya semakin dramatis.
- Air Terjun Sri Gethuk
Air terjun setinggi 50 meter ini berada di antara tebing hijau Gunungkidul.
Letaknya di tepi Sungai Oyo, sehingga untuk mencapai lokasi, pengunjung dapat berjalan kaki sejauh 450 meter atau menyusuri sungai menaiki gethek, yaitu rakit bambu tradisional.
Baca Juga: Menanti Awal April: Harga BBM Berpotensi Naik di Tengah Gejolak Global
Yogyakarta bukan hanya tentang Malioboro, keraton, atau kuliner khas yang berada di tengah kota.
Alamnya yang asri juga sangat memikat untuk dikunjungi.
Keenam rekomendasi air terjun diatas akan melengkapi healingmu di Yogyakarta. (Zulaihatul Asfia)
Editor : Meitika Candra Lantiva