MUNGKID - Tingginya pemesanan penginapan di kawasan sekitar Candi Borobudur disambut baik pelaku usaha. Festival lampion di puncak perayaan Waisak disebut jadi pemicunya.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Magelang Usep Syarifudin menyebut, tingginya tingkat hunian tidak lepas dari daya tarik agenda pelepasan lampion yang menjadi puncak perayaan Waisak di Borobudur.
Baca Juga: Baru Gali Tanah untuk Pondasi, Dua Buruh di Sleman Tertimpa Rumah yang Ingin Direnovasi
Menurutnya, sebagian besar wisatawan yang memesan kamar merupakan peserta kegiatan lampion yang telah mengantongi tiket. "Mayoritas tamu yang menginap itu mengikuti acara lampion," bebernya.
Durasi menginap pun bervariasi, namun sebagian besar tamu memesan kamar untuk dua malam, terutama pada periode puncak perayaan, yakni 31 Mei hingga 1 Juni 2026.
"Ada juga yang menginap tiga malam, tapi rata-rata dua malam," tambahnya.
Lonjakan pemesanan homestay ini, kata Usep, praktis menjadi angin segar bagi pelaku usaha pariwisata di kawasan Borobudur. Tingginya okupansi tidak hanya berdampak pada sektor penginapan, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat, mulai dari kuliner hingga jasa transportasi lokal. (aya)
Editor : Heru Pratomo