Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jelang Waisak 2026, Homestay di Borobudur Sudah Dipesan sejak Februari

Naila Nihayah • Selasa, 31 Maret 2026 | 05:06 WIB
Homestay di sekitar Borobudur rata-rata sudah dipesan jauh jauh hari sebelum Waisak.
Homestay di sekitar Borobudur rata-rata sudah dipesan jauh jauh hari sebelum Waisak.

 

 

 

 

MUNGKID - Meski perayaan Waisak di kawasan Candi Borobudur berlangsung pada akhir Mei 2026 mendatang, namun tingkat hunian homestay mulai melonjak signifikan. Bahkan, pemesanan kamar telah dilakukan jauh hari sejak Februari. Baik panitia maupun umat Buddha.

 

Ketua Paguyuban Kampung Homestay Borobudur, Muslih menyebut, seluruh kamar berfasilitas pendingin udara (AC) telah habis dipesan. "Untuk kamar AC sudah penuh, jumlahnya sekitar 40 sampai 50 kamar," ujarnya, Senin (30/3).

Baca Juga: Hasil SNBP 2026: Momen Penentuan yang Dinanti Siswa Seluruh Indonesia, Inilah Link Pengecekan dan Link Mirror SNBP

Sementara itu, kamar non-AC masih menyisakan sekitar 20 persen dari total kapasitas. Dari sekitar 100 kamar non-AC yang tersedia, hanya sekitar 20 kamar yang masih bisa dipesan.

 

Dia mengatakan, pemesanan ini datang lebih awal dan dinilai berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, percepatan pemesanan kemungkinan dipengaruhi pengalaman tahun sebelumnya, yang mana banyak pengunjung tidak kebagian tempat menginap.

 

Hingga akhir Maret, total kamar yang telah terpesan mencapai sekitar 130 unit, mencakup berbagai tipe akomodasi di kawasan Borobudur.

Baca Juga: Andi Odang Cetak Gol Debut, Persak Kebumen Kandaskan PSIM U-20 di Stadion Sarwo Edhie Wibowo, Purworejo

"Tahun lalu tidak secepat ini. Mungkin karena pengalaman sebelumnya, jadi sekarang tamu lebih awal melakukan booking," bebernya.

 

Di tengah tingginya permintaan, lanjut dia, tarif homestay di kawasan Borobudur relatif tidak mengalami perubahan. Harga kamar tetap berada pada kisaran normal. Untuk kamar ber-AC, tarif berkisar antara Rp 350 ribu hingga Rp 400 ribu per malam. Sementara kamar tanpa AC dibanderol sekitar Rp 250 ribu per malam.

 

Dengan tren pemesanan yang terus meningkat, Muslih memperkirakan, seluruh kamar akan habis terjual sebelum memasuki bulan Mei.

Baca Juga: Bejat! Sudah Empat Tahun Guru Mengaji di Kebumen Tega Cabuli Enam Santrinya, Modus Minta Datang Lebih Awal

 "Kalau melihat tren sekarang, kemungkinan April sudah penuh semua," lontarnya.

 

Muslih menyebut, pemesanan dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari pemesanan langsung via telepon hingga platform digital seperti aplikasi perjalanan daring. Namun, sebagian besar pemesan berasal dari panitia kegiatan Waisak serta umat Buddha yang akan mengikuti rangkaian ibadah.

 

 

Editor : Heru Pratomo
#festival lampion #Borobudur #Magelang #waisak #homestay