Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terapkan Konsep Masuk Bayar Seikhlasnya, Pantai Kembar Kebumen Terpadu Sedot 54 Ribu Pengunjung

Muhammad Hafied • Minggu, 29 Maret 2026 | 20:52 WIB
Pengunjung Pantai Kembar Terpadu menerima karcis parkir sebagai tanda masuk tanpa dipungut tarif khusus. Pengunjung hanya diminta bayar seikhlasnya. (M Hafied/Radar Jogja)
Pengunjung Pantai Kembar Terpadu menerima karcis parkir sebagai tanda masuk tanpa dipungut tarif khusus. Pengunjung hanya diminta bayar seikhlasnya. (M Hafied/Radar Jogja)

 

 

 

KEBUMEN - Pantai Kembar Terpadu menjadi salah satu jujugan favorit selama musim libur lebaran tahun ini. Terbukti, destinasi berbasis konservasi di Desa Tambakmulya, Kecamatan Puring ini mampu menarik perhatian sedikitnya 54 ribu pengunjung.

Tingginya jumlah kunjungan tersebut tidak lepas dari penerapan konsep tata kelola berupa bayar seikhlasnya.

Jika biasanya destinasi wisata memberlakukan tarif tiket masuk secara tetap. Namun tidak di Pantai Kembar Terpadu, pengunjung hanya diminta memberikan kontribusi secara sukarela atau bayar seikhlasnya.

 

Baca Juga: Pemkab Gunungkidul Miliki Lima Proyek Strategis Tahun Ini, Anggaran Disiapkan Sentuh Rp 17,37 Miliar

Konsep tanpa paksaan ini justru mampu menarik perhatian banyak pengunjung dari berbagai daerah. "Begitu datang, tidak langsung ditarik tiket. Tapi pas pulang, nanti cuma masukin uang ke kotak," kata pengunjung asal Banyumas, Elvina Mahayati, Minggu (29/3).

Kepada Radar Jogja, ia mengaku cukup tertarik dengan konsep pengelolaan destinasi wisata sukarela tersebut. Selain ramah dikantong, penerapan konsep bayar seikhlasnya juga jauh lebih fleksibel.

Konsep ini memberikan pengalaman berbeda dengan destinasi di tempat lain. "Unik ya, mungkin dengan bayar cuma-cuma yang bikin tempat ini ramai. Tidak terbenani tiket masuk," ujarnya.

Baca Juga: Diburu Polisi, Pelaku Peledakan Petasan di Tengah Kerumunan Warga Tegalrejo, Magelang

Pengunjung lain, Sarah Indrawati, 32, warga Kejajar, Wonosobo mengatakan, selain menawarkan keindahan panorama alam, Pantai Kembar Terpadu juga ramah bagi semua kalangan. Destinasi ini juga memiliki nilai lebih karena dilengkapi dengan nilai edukasi terkait pelestarian penyu.

Menurutnya pendekatan melalui konsep tanpa tarif tiket masuk akan membangun kesadaran pengunjung untuk ikut menjaga sekaligus mengembangkan kawasan wisata pantai.

"Mau beri Rp 2.000 ya bagaimana. Soalnya di sini fasilitas lengkap, anak-anak bisa belajar konservasi penyu juga," katanya.

Baca Juga: Ditutup Hari Minggu, Tol Fungsional Purwomartani-Prambanan Dilewati Lebih dari 134 Ribu Kendaraan

Sementara itu, Ketua Pengelola Pantai Kembar Terpadu Muji Arisno mengatakan, konsep secara sukarela memang terdengar asing dan terkesan baru di Kebumen. Namun konsep ini dipilih agar masyarakat dapat datang ke pantai dengan laluasa sekaligus mendapat ilmu baru tentang konservasi penyu. "Yang penting masyarakat ke sini, kami edukasi supaya bareng-bareng menjaga alam dan lingkungan," jelasnya.

Muji mengungkapkan, tidak semua masyarakat mampu secara finansial untuk pergi berlibur. Berangkat dari persoalan ini pengelola ingin menghadirkan konsep liburan ramah di kantong. Dia bersama rekan tak ingin masyarakat merasa terbebani ketika ingin menikmati panorama alam dan belajar tentang alam. "Bayar seikhlasnya saja, monggo. Ada ya dikasih, kalau tidak, kami tidak akan maksa," tegasnya.

Baca Juga: ASN Pemkab Kulon Progo Diminta Ngalirisi Pasar, Ambar Purwojo Sebut Akan Siapkan Surat Edaran jika Perlu

Dia menyebut, selama periode libur lebaran mulai 22-28 Maret 2026, pengunjung Pantai Kembar Terpadu tercatat sedikitnya 54.708 orang. Jumlah ini dihitung dari kalkulasi jumlah kendaraan yang masuk.

Di mana selama tujuh hari khusus kendaraan jenis motor yang masuk terdapat 18.325 unit, sedangkan mobil sebanyak 5.092 unit. "Kami hitung bukan per pengunjung, tapi kendaraan masuk. Hari ini sampai sore sudah ada 600 mobil. Katakan satu mobil, empat orang tinggal hitung saja," terangnya.

Muji mengungkapkan, daya tarik yang ada di Pantai Kembar Terpadu salah satunya tempat konservasi penyu. Aktivitas konservasi ini telah berlangsung lama dan menjadi ruh pemberdayaan masyarakat setempat.

Baca Juga: DPR Minta Wacana WFH untuk Tekan BBM Dikaji Ulang, Soroti Dampak Ekonomi

Merujuk rekap data pengelola pantai, tim konservasi penyu Pantai Kembar Terpadu berhasil menetaskan sedikitnya 571 telur Penyu Lekang selama tahun 2025. Dari jumlah tersebut 517 penyu telah dilepasliar ke alam bebas.

 Sedangkan 10 ekor kini dalam penangkaran dan 40 sisanya mati. "Kami ingin angkat nilai berbasis alam. Selama bisa menjaga alam, alam pasti melindungi kita," ungkapnya. (fid)

Editor : Heru Pratomo
#bayar seikhlasnya #kebumen #Pantai Kembar Kebumen #konservasi penyu #banyumas #puring #Sukarela