Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mandi di Pancuran Sempor, Tridadi, Sleman yang Airnya Tak Pernah Kering Biasa Dipakai Padusan, Pegal Hilang Niat Baik Terjaga

Delima Purnamasari • Minggu, 15 Februari 2026 | 03:30 WIB

Pancuran Sempor di Tridadi, Sleman
Pancuran Sempor di Tridadi, Sleman



 

Kabupaten Sleman memiliki beragam destinasi spiritual. Salah satunya berlokasi di Beteng, Tridadi, Sleman bernama Pancuran Sempor. Lokasinya mudah ditemukan karena tidak jauh dari tepi Jalan Magelang.

Pengunjung akan dimanjakan dengan nuansa sejuk berkat rimbunnya pepohonan. Tidak ada biaya retribusi khusus, hanya berupa kotak infak yang bisa diisi seikhlasnya.

Ketua RT 03 Saryanto menjelaskan, keunggulan dari Pancuran Sempor adalah debit airnya yang besar. Biasanya warga maupun wisatawan akan mandi di dua kamar mandi yang tersedia.

Saat air mengenai tubuh disebut rasanya tidak jauh beda dengan pijat refleksi. Mampu membuat rileks hingga menghilangkan pegal-pegal. "Sejak dahulu sampai sekarang airnya tidak pernah kering," terangnya ditemui di lokasi, Jumat (13/2).

Untuk bisa mandi di Pancuran Sempor ini tidak ada aturan khusus. Cukup melepas alas kaki saat di kamar mandi. Hal terpenting adalah memiliki niat yang baik.

Saryanto menerangkan, air yang keluar juga sudah dilakukan pengetesan kandungan mineral maupun kejernihan dari laboratorium. Hasilnya jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan air kemasan.

Tak heran jika banyak masyarakat yang datang membawa pulang air Pancuran Sempor ini untuk nantinya bisa diminum. Beberapa orang bahkan percaya airnya bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

Pengunjung yang datang tidak terbatas dari Jogjakarta saja. Dia sebut justru banyak dari luar daerah, bahkan luar negeri, seperti Tiongkok hingga Prancis. Meski begitu, dia berharap jumlah kunjungan tetap bisa terkontrol agar keasrian lokasi bisa tetap terjaga. "Saat Ramadan tidak sedikit juga yang memilih padusan di sini," tambahnya.

Berdasarkan sejarah yang terpasang di papan informasi, sumber air ini berasal dari Tuk Donorejo Kulonprogo. Saat itu yang berhasil menariknya ke Pisangan adalah Demang Joyudo atau Jogo Yudo.

Ini sebagai upaya mengatasi persoalan sumber air yang tertutup pasca-letusan Gunung Merapi pada 1672. Saryanto menambahkan, sejak dahulu tak jarang warga juga melihat keluarga keraton yang datang untuk mandi di Pancuran Sempor ini.

Saat ini lokasi Pancuran Sempor juga digunakan untuk kegiatan kebudayaan khususnya merti dusun setiap satu tahun sekali. Biasanya akan ada bregada, wayang kulit, hingga campur sari. (del/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Sempor #padusan #Sleman #pancuran #niat baik #Tridadi #kering #Jalan Magelang