Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sunset dan Debur Ombak Berpadu Irama Musik, Pascarevitalisasi Pantai Sepanjang Menjadi Ruang Temu Sore Hari

Yusuf Bastiar • Minggu, 25 Januari 2026 | 05:05 WIB

 

Ibu-ibu melakukan senam outdoor di pantai sepanjang.   
Ibu-ibu melakukan senam outdoor di pantai sepanjang.  

 

Menjelang sore, Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, tak lagi sunyi. Debur ombak berpadu dengan riuh tawa pengunjung yang datang silih berganti. Dua pekan terakhir, pantai berpasir putih ini seolah menemukan denyut barunya.

Penataan kawasan yang rampung membuat Pantai Sepanjang kembali menggoda, tak hanya saat akhir pekan, tetapi hampir setiap hari.

Wisatawan lokal dari berbagai penjuru DIJ memilih datang di waktu yang sama: sore hari. Mereka berburu momen matahari condong ke barat, senja yang kerap disebut “sunset sore” oleh para pengunjung.

Ada yang duduk santai di atas pasir, ada pula yang berlama-lama di warung sambil menyeruput kopi panas, memandangi laut lepas yang membentang tenang.

Sore ini, langit Pantai Sepanjang tak secerah hari-hari sebelumnya. Mendung menggantung di ufuk selatan, sesekali rintik hujan turun perlahan. Namun cuaca tak menyurutkan langkah wisatawan.

Ratusan orang tetap memadati pantai, berjajar dari ujung ke ujung, menikmati suasana dengan caranya masing-masing. Kamera ponsel sesekali terangkat, mengabadikan momen kebersamaan di tepi samudra.

Di antara hiruk pikuk itu, satu pemandangan mencuri perhatian. Sekelompok ibu-ibu berbaris rapi di bibir pantai, bergerak serempak mengikuti irama musik. Senam outdoor di pinggir Pantai Sepanjang mendadak menjadi tontonan menarik.

Para pedagang dan pengunjung yang melintas tak jarang berhenti sejenak, merekam aktivitas tersebut, atau sekadar berfoto dengan latar laut dan barisan peserta senam.

Instruktur senam Novi Suryani tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Bersama 22 ibu-ibu dari Kelurahan Kepek, Wonosari, ia sengaja datang sejak pukul 14.00 untuk merasakan sensasi senam di tepi pantai.

Baca Juga: 75 Kalurahan di Bantul Sudah Miliki Posbankum, Hanya Layani Kasus Ringan, Selesaikan Masalah dengan Cara Mediasi

“Pantai Sepanjang ini lagi viral di media sosial. Sore hari pemandangannya cantik sekali, pasir putih, laut terbuka, dan cahaya matahari kuning keemasan. Itu yang membuat kami sepakat senam di sini,” tuturnya saat ditemui disela-sela senam pada Jumat sore, (23/1).

Meski sore itu matahari enggan menampakkan diri dan gerimis turun perlahan, semangat para peserta tak luntur. Gerakan demi gerakan tetap dijalani dengan tawa dan sorak penyemangat.

Bahkan interaksi spontan dengan wisatawan yang melintas menambah semarak suasana. “Kalau kita teriak-teriak penyemangat, wisatawan lain ikut merespons. Jadi tambah ramai, tambah seru,” terang Novi sambil tersenyum.

Senam pun ditutup dengan permainan ringan berirama untuk menjaga keceriaan. Bagi Novi dan rombongannya, pengalaman ini menjadi sesuatu yang berbeda. “Senam outdoor sudah sering, tapi senam langsung menghadap laut seperti ini, rasanya luar biasa. Walaupun mendung, alamnya tetap indah,” ujarnya.

Pantai Sepanjang sore itu bukan sekadar tempat wisata. Ia menjadi ruang temu antara surya senja sore hari dan hujan, antara debur ombak dan kamera, antara gerak tubuh dan alam. Sebuah potret sederhana tentang bagaimana pantai di selatan Gunungkidul kembali hidup, menyapa siapa pun yang datang. (bas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Gunungkidul #Tanjungsari #sunset #pantai sepanjang #ombak