Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Berlibur ke Desa Wisata Kembang, Prambanan Bule Diajak Buat Tempe hingga Main Karawitan

Agung Dwi Prakoso • Minggu, 18 Januari 2026 | 05:05 WIB

 

Wisatawan mancanegara diajak mencoba langsung memainkan alat music tradisional di Desa Wisata Kembang, Madurejo, Prambanan, Sleman.   
Wisatawan mancanegara diajak mencoba langsung memainkan alat music tradisional di Desa Wisata Kembang, Madurejo, Prambanan, Sleman.  
 

 



Desa Wisata Kembang yang berlokasi di Dusun Kembang, Madurejo, Prambanan, Sleman menawarkan konsep berbeda bagi pengunjungnya. Desa wisata pendatang baru itu mulai banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Sekretaris Desa atau Carik Kalurahan Madurejo Hartoto Wahyudi mengatakan sektor pariwisata merupakan salah satu potensi yang digarap di Kalurahan Madurejo. Hal itu sesuai dengan visi misi yang tertuang dalam Rencana Pembangungan Jangka Menengah (RPJM) Kalurahan Madurejo.

"Ada tiga aspek yaitu pertanian, usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan Pariwisata," ujarnya kepada Radar Jogja, Jumat (16/1).


Ia mengemas potensi pertanian atau agrowisata baik padi maupun bawang merah menjadi salah satu paket wisata dalam bentuk experience tourism. Berbagai macam potensi budaya lokal juga dikemas dengan demikian.

"Ada empat lokasi desa wisata dan potensi lokal di sini yakni Wisata Pengklik, desa wisata Pring Ledok Tinjon, Opak Grembyangan dan Desa Wisata Kembang," bebernya.

Untuk mendukung ekosistem desa wisata agar berkembang, tahun ini ia memfokuskan program menuju akreditasi desa wisata yang akan dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata (Dinpar) Sleman.

Dari empat lokasi wisata unggulan tersebut baru satu yang telah masuk dalam surat keputusan (SK) Bupati Sleman sebagai desa wisata berkembang.

Desa Wisata Kembang, lanjutnya, mulai diinisiasi pada 2020 dan aktif dikembangkan pada 2023. Wisatawan tidak disuguhkan dengan pemandangan alam. Namun, mereka diajak untuk melebur ke dalam aktivitas masyarakat desa dan ikut berkegiatan sehari-hari.

"Ikut buat tempe, membatik, karawitan dan mencoba berbagai masakan khas kampung Kembang," paparnya.

Baca Juga: Jelang Putaran Kedua, Suporter PSIM Jogja Angkat Isu Fokus Tim serta Tiket Disabilitas dan Pelajar

Selama 2025, ada sebanyak 15 paket wisata yang terjual dan sebagian besar wisatawan mancanegara. Mulai dari Amerika, Belanda, Spanyol, Italia, Inggris dan sebagainya. Dalam setiap paket biasanya mereka datang dengan jumlah lima sampai 150 orang. "Di 2026 satu paket 30 orang pada 14 januari lalu," ucapnya.

Wisatawan diajak berkeliling kampung dengan menggunakan gerobak sapi. Mereka menjajaki beberapa tempat dengan dipandu oleh seorang tour guide. Semua penyedia wisata merupakan pelaku UMKM lokal dari Dusun Kembang.

Mereka juga bisa memilih terkait kendaraan yang akan mereka tumpanngi. Pilihannya ada mobil VW, Jeep, sepeda onthel dan gerobag sapi.

Baca Juga: Akibat Akar Tak Kuat, Pohon Waru Tumbang Timpa Rumah Warga Rongkop: Kerugian Ditaksir 3 Juta
"Wisatawan dijamu dengan makanan tradisional sekaligus difasilitasi busana Jawa

Dusun Kembang mempunyai beberapa potensi yang ditawarkan kepada wisatawan. Di antaranya pertanian dan peternakan warga, adu ayam, kerajinan bubut kayu, kerajinan batik ecoprint, kerajinan kebaya, produksi kuliner telur asin, sagon, tape, tempe, dan ratengan.


"Bisa juga ikut edukasi karawitan, seni tari dan jemparingan atau paket pertunjukan seni tari dan ketoprak," katanya. (oso/pra)

Editor : Heru Pratomo
#italia #prambanan #kembang #Belanda #wisman #Madurejo #desa wisata