Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hanya Empat Km dari Candi Borobudur, UFO Menoreh Hadirkan Inovasi Inclinator Sepanjang 125 Meter

Naila Nihayah • Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:45 WIB

 

 

Pengunjung dapat menaiki lift untuk menuju ke UFO Menoreh dan akan disuguhi hamparan sawah dan batu marmer.
Pengunjung dapat menaiki lift untuk menuju ke UFO Menoreh dan akan disuguhi hamparan sawah dan batu marmer.

 

 

Di lereng perbukitan karst Menoreh, Kabupaten Magelang, sebuah bangunan berbentuk tak lazim berdiri mencolok di tengah pepohonan. Sekilas menyerupai pesawat luar angkasa yang mendarat di antara bukit dan sawah.

Destinasi itu bernama UFO Menoreh, objek wisata baru yang tidak hanya menawarkan panorama alam, tetapi juga menghidupkan ekonomi lokal.

UFO Menoreh mulai beroperasi pada 25 Desember 2025. Lokasinya di Desa Ngargoretno, Salaman. Pengelola UFO Menoreh, Soim menjelaskan, destinasi ini dipelopori oleh BUMDes Argo Intan.

Sejak awal, UFO Menoreh dirancang bukan sekadar tempat swafoto, melainkan sebagai ruang bersama untuk memasarkan produk-produk desa.

"Harapan kami, UFO Menoreh menjadi pasar bagi produk lokal Desa Ngargoretno. Semua yang disajikan di sini sebisa mungkin berasal dari warga desa," ujar Soim di lokasi, Jumat (16/1).

Bangunan UFO Menoreh memiliki diameter sekitar 30 meter dengan dua ruang utama yang mampu menampung hingga 150 pengunjung. Ketinggiannya sekitar 500-600 meter di atas permukaan laut.

Dari sana, pengunjung dapat menikmati lanskap perbukitan Menoreh dari sisi timur, lengkap dengan hamparan sawah yang membentang di bawahnya.

Nama UFO Menoreh lahir dari imajinasi pengelolanya. Bagi Soim dan tim BUMDes, kawasan karst Menoreh yang kerap identik dengan tandus justru memberi kesan seperti bentang alam luar angkasa.

"Bentuknya memang kami buat mirip pesawat luar angkasa. Ini simbol angan-angan kami. Walaupun desa kami terpencil dan di pelosok, kami punya mimpi besar, bahkan sampai ke luar angkasa," katanya.

Salah satu keunikan UFO Menoreh adalah akses menuju lokasi. Alih-alih trekking kaki menanjak, pengunjung bisa menggunakan inclinator, semacam lift miring dengan ketinggian lintasan sekitar 125 meter.

Inovasi ini dibuat agar anak-anak, lansia, dan pengunjung yang tidak terbiasa medan ekstrem tetap bisa menikmati ketinggian Menoreh dengan aman dan nyaman.

Pengunjung dapat menaiki lift untuk menuju ke UFO Menoreh dan akan disuguhi hamparan sawah dan batu marmer.
Pengunjung dapat menaiki lift untuk menuju ke UFO Menoreh dan akan disuguhi hamparan sawah dan batu marmer.

Inclinator tersebut dibatasi maksimal enam orang dalam sekali perjalanan demi kenyamanan. Meski mampu menahan beban hingga 1,5 ton, ruangnya sengaja dibuat terbatas agar penumpang bisa duduk santai, menikmati perjalanan, sekaligus berfoto. Jika listrik padam, sistem akan beralih ke genset darurat tanpa menimbulkan getaran.

Untuk menikmati UFO Menoreh, kata Soim, pengunjung dikenakan tiket masuk Rp 50 ribu. Harga itu sudah termasuk fasilitas shuttle berupa odong-odong dari area parkir di tepi jalan raya hingga lokasi utama, sekaligus voucher belanja senilai Rp 15 ribu yang bisa digunakan untuk produk kuliner desa.

Sementara jarak parkiran ke lokasi sebenarnya hanya sekitar 600-700 meter, namun karena medan sempit dan menanjak, perjalanan ditempuh sekitar 10-15 menit.

Dari Candi Borobudur, UFO Menoreh bisa dijangkau sekitar empat km melalui akses Giripurno. Dari jalur Jalan Purworejo-Salaman, jaraknya sekitar 10 km. Dari Kota Magelang, waktu tempuh berkisar 40 menit.

Soim menegaskan, sistem shuttle diterapkan untuk alasan keselamatan. Jalan desa yang sempit dan ekstrem berisiko jika dilalui kendaraan pribadi secara bersamaan.

Karena itu, wisatawan disarankan memarkir kendaraan di titik yang telah disediakan dan melanjutkan perjalanan dengan shuttle.

Selain panorama alam, UFO Menoreh mengandalkan kekuatan kuliner desa. Berbagai produk olahan ibu-ibu PKK dan Kelompok Wanita Tani disajikan di sini. Mulai dari kopi lokal, kombucha, hingga aneka makanan olahan khas desa.

BUMDes berperan langsung dalam pendampingan produksi sekaligus membuka pasar melalui UFO Menoreh. Saat ini, UFO Menoreh melibatkan sedikitnya 12 karyawan inti, ditambah sekitar 12 warga lokal yang bergantian mengisi tenant kuliner.

Baca Juga: Akibat Akar Tak Kuat, Pohon Waru Tumbang Timpa Rumah Warga Rongkop: Kerugian Ditaksir 3 Juta

UFO Menoreh buka mulai pukul 08.00 hingga 23.00. Ke depan, jam operasional direncanakan diperpanjang hingga 24 jam, mengingat momen terbaik di lokasi ini adalah saat matahari terbenam.

Dalam kondisi cuaca normal, jumlah pengunjung harian berkisar 100-120 orang, selama hujan tidak turun.

Saat ini, UFO Menoreh berdiri di atas lahan milik enam warga, dengan rencana pengembangan yang melibatkan hingga 19 pemilik lahan lainnya. Ke depan, UFO Menoreh diproyeksikan menjadi pusat magnet wisata Menoreh. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Candi Borobudur #BUMDes #Magelang #menoreh #Inclinator #Odong Odong #Salaman #UFO Menoreh #pesawat luar angkasa