Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bertahan Dua Jam di Tengah Macet, Pasir Putih Pantai Drini Jadi Obwis Andalan Baru Gunungkidul

Yusuf Bastiar • Jumat, 2 Januari 2026 | 07:00 WIB
Wisatawan menikmati suasana Pantai Drini, Gunung Kidul, DIJ, Kamis (16/11/2025).
Wisatawan menikmati suasana Pantai Drini, Gunung Kidul, DIJ, Kamis (16/11/2025).

 

GUNUNGKIDUL - Kemacetan panjang tak menyurutkan minat wisatawan untuk menikmati libur Tahun Baru di Pantai Drini, Kapanewon Tanjungsari Kabupaten Gunungkidul. Sejumlah pengunjung bahkan rela bertahan hingga dua jam di tengah kepadatan arus lalu lintas demi bisa menikmati keindahan pasir putih dan panorama karst khas pesisir selatan.

 

Salah satunya Anton Nugroho, wisatawan asal Klaten. Ia bersama rombongan keluarga harus terjebak macet sejak pukul 10.00 pagi saat melintas dari jalur JJLS Tepus menuju simpang arah Pantai Drini. Padahal, dari titik lokasi awal kemacetan, jarak menuju lokasi wisata tersebut sebenarnya hanya sekitar tiga kilometer.

 Baca Juga: Kerugian Akibat Bencana pada Malam Tahun Baru di Gunungkidul Capai Rp 15,8 Juta

“Saya sudah cek di google maps, kalau jalannya lenggang, kurang dari 10 menit sudah sampai. Tapi tadi saya baru tiba di Drini sekitar jam 12.00 siang, parkir dan turun mobil sekitar jam 12.30,” ujarnya saat ditemui di salah satu warung di kawasan Pantai Drini pada Kamis, (1/1/2026).

 

Anton mengaku, selama perjalanan ia sempat melihat sejumlah kendaraan pribadi berbalik arah akibat kepadatan dan kondisi lalu lintas yang melelahkan. Meski demikian, niatnya bersama keluarga untuk berlibur ke Pantai Drini tak tergoyahkan. “Kami memang sudah niat dari awal liburan tahun baru ke Pantai Drini,” tuturnya.

 Baca Juga: Resolusi Tahun Baru bagi Mahasiswa Akhir: Antara Harapan Lulus dan Tekanan Mental

Menurut Anton, suasana macet justru dapat ia nikmati dengan santai. Rombongan keluarga memilih bersabar sambil menikmati pemandangan pegunungan karst di sepanjang jalur menuju pantai. Ia juga mengapresiasi ketertiban pengendara lain yang tetap sabar dan tidak saling membunyikan klakson.

“Pengendara tertib semua, padat merayap tapi sabar, akhirnya sampai juga setelah bersabar dalam kemacetan selama dua jam,” ungkapnya.

 

Salah seorang petugas parkir Pantai Drini Sutrisno mengatakan, lonjakan kendaraan wisatawan sudah terjadi sejak pukul 04.00 dini hari. Bahkan, sebagian besar kantong parkir telah terisi separuh sejak pukul 06.00 pagi.

Baca Juga: Awal Tahun 2026, Harga Sayuran di Pasar Condongcatur Mengalami Kenaikan: Cabai Rawit dan Bawang Mendominasi

“Sekitar pukul 09.00 seluruh kantong parkir sudah penuh,” ujar Sutrisno.

 

Total terdapat 13 titik kantong parkir khusus mobil di kawasan Pantai Drini. Setiap kantong parkir, kata dia, rata-rata mampu menampung lebih dari 100 unit kendaraan roda empat. Sementara itu, kendaraan roda dua disediakan area parkir tersendiri. “Kalau yang saya kelola ada dua lokasi. Di satu titik bisa menampung hampir 100 mobil pribadi, sementara di area dekat kapal bisa sampai 150-an mobil,” jelasnya.

 

Menurut Sutrisno, durasi kunjungan wisatawan di Pantai Drini bervariasi. Untuk wisata pantai, rata-rata pengunjung berada di lokasi selama dua hingga empat jam.

Namun, bagi wisatawan yang mengunjungi dua destinasi wisata buatan di kawasan tersebut, waktu kunjungan bisa mencapai enam jam atau setengah hari. “Kalau di area pantai biasanya 2-3 jam sudah puas, setelah itu pindah. Tapi kalau ke destinasi buatan bisa sampai 5-6 jam karena aktivitasnya banyak,” tegasnya.

 

Sementara itu, petugas Satlantas Polres Gunungkidul Brigadir Rian Candra Satria membenarkan kepadatan arus lalu lintas menuju Pantai Drini sudah terjadi sejak pagi hari. “Kemacetan mulai terasa sejak sekitar pukul 09.00. Didominasi kendaraan mobil pribadi,” jelasnya. (bas/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#kepadatan lalu lintas #Gunungkidul #Tanjungsari #pantai drini