Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menjelajahi Destinasi Ngerompang, Pendowoharjo, Bantul Perpaduan Alam Asri dan Ruang Kreatif Seni

Rizky Wahyu Arya Hutama • Minggu, 28 Desember 2025 | 06:45 WIB

 

Suasana Destinasi Wisata Ngerompang   
Suasana Destinasi Wisata Ngerompang  

 

 

 

 

Jika sedang merencanakan liburan ke Jogjakarta, jangan lewatkan pesona wisata Ngerompang. Destinasi yang terletak di Jl. Roto Kenongo Ngrompang RT 94, Banyon, Pendowoharjo, Sewon, Bantul ini menawarkan keasrian alam dengan geliat edukasi seni.

Ketua pengelola destinasi wisata Ngerompang Heru Siswanto menjelaskan Ngerompang ini bukanlah satu titik tunggal, melainkan sebuah ekosistem wisata. Di dalamnya mencakup RTH Soret (Ngisor Pleret), Joning Artspace (Jomblang Kemuning), Patehan, Ngerompang Hill, hingga area perikanan Mina Argosari.

"Kami menawarkan konsep wisata alam yang ramah lingkungan dan edukasi. Karena lokasinya dekat dengan Kasongan, wisatawan bisa belajar membuat gerabah, mewarnai, hingga membuat kipas di sini," ucapnya, Jumat (26/12).

Meski memiliki beberapa titik, tapi menurut Heru, salah satu titik yang menjadi primadona adalah RTH Soret. Lahan seluas satu hektare di bawah bendung ini menyuguhkan suasana gemericik sungai Bedog yang menenangkan.

Sebab, lokasi ini menjadi wilayah suaka perikanan. Pengunjung, baik anak-anak maupun dewasa, bisa merasakan pengalaman memberi makan langsung ikan endemik sungai seperti melem dan tawes di lokasi ini.

Tak hanya itu, bagi pecinta seni, Joning Artspace hadir dengan galeri seni (fine art), amphitheater untuk diskusi budaya, hingga fasilitas homestay. "Jadi kalau ada seniman Jogja yang mau ekshibisi atau talkshow, fasilitasnya sudah lengkap," tuturnya.

Heru juga menjelaskan, walaupun Destinasi Wisata Ngerompang ini masih dalam tahap pengembangan. Tapi kunjungan ke destinasi ini mulai menunjukkan tren positif. Tidak hanya wisatawan lokal, sejumlah wisatawan mancanegara juga sempat menginap di homestay yang ada di wilayah destinasi ini.

"Rata-rata memang keluarga dan anak-anak yang mencari suasana alam untuk jogging atau sekadar lihat bendungan," ujarnya.

Destinasi Wisata Ngerompang Ini ternyata masih terbilang merakyat. Untuk urusan kantong, pengelola belum mematok tiket masuk alias masih sukarela. Namun, bagi wisatawan yang ingin mengambil paket edukasi seperti membuat gerabah atau kipas, dikenakan biaya berkisar Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu perorang. 

"Nanti hasil karyanya bisa dibawa pulang," tegas Heru.

Sebagai destinasi wisata yang masih berkembang, Ngrompang ternyata memiliki fasilitas penunjang yang cukup memadai. Fasilitas itu seperti pendopo, limasan, hingga persewaan tenda untuk camping ground.

Pihak pengelola pun juga berharap supaya destinasi wisata ini ke depan mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah. Mengingat masih banyak akses jalan yang masih berlubang dan drainase juga masih belum lancar.

"Selain itu, kami butuh tambahan penerangan jalan di area RTH agar malam hari tidak gelap dan bisa digunakan untuk event malam," ungkap Heru. (ayu/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Fine Art #kasongan #perpaduan #alam #Bantul #destinasi wisata #sewon #Pendowoharjo