Dinas Pariwisata Gunungkidul mencatat, geliat wisata sudah terlihat sejak Sabtu (20/12) dan diprediksi terus meningkat hingga puncaknya pada 1 Januari 2026.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Gunungkidul Supriyanta mengatakan, peningkatan kunjungan tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan bertahap.
“Lonjakan wisatawan mulai terlihat sejak Sabtu, 20 Desember 2025. Di beberapa pantai sudah mulai nampak pergerakan wisatawan,” ujarnya saat ditemui di Wonosari pada Jumat, (26/12/2025).
Setelah sempat lengang beberapa hari, kata dia, jumlah kunjungan kembali naik menjelang Hari Natal.
Pada Rabu (24/12/2025) atau H-1 Natal, jumlah wisatawan kembali meningkat, disusul lonjakan yang lebih tinggi pada Hari Natal, Kamis (25/12).
Berdasarkan data Dinas Pariwisata Gunungkidul, pada Rabu (24/12) tercatat sebanyak 11.970 wisatawan dengan pendapatan retribusi mencapai Rp141.707.400.
Sehari kemudian, Kamis (25/12), jumlah kunjungan melonjak tajam menjadi 28.911 orang dengan pendapatan retribusi Rp346.929.100.
“Peningkatan ini terus berlanjut sampai hari ini, Jumat, dan diperkirakan akan terus naik hingga puncaknya pada Tahun Baru, 1 Januari 2026,” jelas Supriyanta.
Ia menambahkan, hingga saat ini destinasi yang masih menjadi rujukan utama wisatawan, khususnya dari luar daerah, adalah kawasan pantai.
Padatnya arus lalu lintas di jalur pantai menjadi indikator tingginya kunjungan.
“Pantai-pantai di Gunungkidul masih menjadi primadona. Kepadatan lalu lintas yang padat merayap di area pantai menunjukkan tingginya minat wisatawan,” jelasnya.
Selain itu, wisatawan juga didorong untuk memanfaatkan sistem pembayaran non-tunai di lokasi wisata guna mendukung kemudahan transaksi dan transparansi retribusi.
Terkait keselamatan, Dinas Pariwisata mengimbau wisatawan agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
“Destinasi wisata Gunungkidul banyak memanfaatkan alam. Kami mengimbau wisatawan untuk memperhatikan informasi cuaca dari BMKG, menghindari jalur rawan macet, serta mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Oneng Windu Wardana menyebut, libur sekolah menjadi salah satu faktor utama melonjaknya kunjungan wisata.
Menurutnya, pasca anak sekolah libur, terjadi peningkatan kunjungan yang signifikan di seluruh destinasi wisata.
Ia juga menyebut mayoritas wisatawan masih menyerbu kawasan pantai.
Oneng memaparkan, jumlah kunjungan wisatawan tercatat di atas 13 ribu orang pada Sabtu (20/12).
Sementara pada Minggu (21/12) pihaknya mencatat kunjungan wisatawan mencapai lebih dari 20 ribu orang. Angka tersebut jauh di atas rata-rata kunjungan akhir pekan normal.
“Biasanya hari Sabtu sekitar 9 ribuan, hari Minggu paling 12 ribuan,” ujarnya.
Tren kunjungan wisata lokal disebut meningkat tajam. Menurutnya, saat ini kunjungan wisatawan masih didominasi dari wilayah sekitar seperti Solo Raya dan Magelang.
Untuk periode libur akhir tahun, Dinas Pariwisata Gunungkidul menargetkan total kunjungan sebanyak 231.426 wisatawan selama periode 24-31 Desember 2025.
“Banyak wisatawan lokal yang mudik sekaligus berwisata ke pantai,” imbuh Oneng. (bas)
Editor : Bahana.