MAGELANG – Pengelola destinasi Candi Borobudur memproyeksikan lonjakan kunjungan wisatawan pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Selama periode 22 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, jumlah wisatawan yang datang ke kawasan Borobudur diperkirakan mencapai sekitar 170 ribu orang, meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Komersial InJourney Destination Management (IDM) Gistang Panutur mengatakan, proyeksi tersebut sejalan dengan prediksi pergerakan wisatawan di tingkat regional. Provinsi Jawa Tengah diperkirakan menerima sekitar 20 juta pengunjung selama Nataru.
Baca Juga: Metamorfosis Masjid Jogokariyan di Yogyakarta: Dari Langgar 3x4 Meter Menjadi Kiblat Manajemen Masjid Nasional
Sementara DIJ diproyeksikan didatangi sekitar 5 juta wisatawan. Dengan pergerakan wisatawan sebesar itu, dia memperkirakan ada sekitar 170 ribu wisatawan yang akan berkunjung ke Candi Borobudur selama masa ramai Nataru.
"Sekitar 70 persen merupakan wisatawan nusantara dan 30 persen wisatawan mancanegara," kata Gistang saat konferensi pers di Candi Borobudur, Senin (22/12).
Menghadapi lonjakan tersebut, pengelola menyiapkan sejumlah langkah untuk memastikan kelancaran operasional, keselamatan, dan kenyamanan wisatawan. Menurut Gistang, masa libur Nataru menjadi periode krusial karena kepadatan pengunjung diperkirakan mencapai puncaknya pada 25–26 Desember serta 31 Desember.
Baca Juga: Jelang Perayaan Natal, Gegana Polda DIY Sterilisasi Gereja di Kulon Progo
"Kami sudah memetakan hari-hari dengan potensi kunjungan tertinggi. Di tanggal-tanggal itu, kesiapan operasional harus benar-benar optimal," ujarnya.
Dari sisi keselamatan dan keamanan, IDM menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, dinas perhubungan, hingga Direktorat Pengamanan Objek Vital Polda Jateng. Kerja sama tersebut mencakup pengamanan kawasan, pengaturan lalu lintas, serta antisipasi kepadatan kendaraan di sekitar Borobudur.
Manajemen lalu lintas menjadi salah satu fokus utama, mengingat tingginya arus kendaraan menuju kawasan candi saat musim liburan. Pengelola juga menyiapkan dukungan kesehatan dengan menggandeng rumah sakit terdekat untuk menangani kondisi darurat yang mungkin terjadi selama masa ramai kunjungan.
Baca Juga: Libur Sekolah, MBG Tak Ikut Libur: Opsi Delivery ke Rumah Mulai Dikaji
Selain aspek keamanan dan mobilitas, penguatan sumber daya manusia menjadi perhatian utama. Gistang menekankan pentingnya peran petugas garis depan dalam membentuk pengalaman wisatawan.
IDM telah memberikan pelatihan khusus kepada frontliner dan pamong cerita yang mendampingi wisatawan naik ke area candi. "Mereka menjadi garda terdepan dalam memberikan standar pelayanan pariwisata yang tinggi," jelasnya.
Di tengah persiapan operasional, pengelola juga menyiapkan rangkaian atraksi untuk mengakomodasi beragam karakter wisatawan selama libur panjang.
Tema yang diusung pada masa Nataru kali ini adalah Hadiah Warisan Budaya, Ada Cerita Penuh Makna, yang menitikberatkan pada pengalaman menikmati nilai-nilai budaya sebagai bagian dari liburan.
Baca Juga: Indukan Sapi Milik Dalino Tercebur Septic Tank, Damkarmart Gunungkidul Lakukan Evakuasi
Beragam aktivitas disiapkan, mulai dari Kampung Dolanan untuk wisatawan keluarga, workshop kesenian, hingga Pasar Medang yang menghadirkan kuliner lokal dengan melibatkan pelaku UMKM dan komunitas seni setempat. Khusus perayaan Natal, pengunjung akan disuguhi paduan suara dan aktivitas tematik seperti Secret Santa.
Pengelola juga membuka akses kunjungan lebih awal ke kawasan Candi Borobudur selama masa liburan. Wisatawan dapat menikmati suasana pagi dengan aktivitas seperti jogging dan bersepeda, dengan latar belakang Candi Borobudur. Selain itu, tersedia pula paket kunjungan Borobudur sunrise dan sunset dengan skema promo khusus bagi wisatawan nusantara.
Puncak rangkaian kegiatan budaya dijadwalkan berlangsung pada 30 Desember 2025 melalui pagelaran Mahakarya Borobudur, hasil kolaborasi dengan IForte bertajuk 'Sabang Merauke, Hanya Indonesia yang Punya'. Pertunjukan ini dirancang sebagai penutup tahun dengan menonjolkan kekayaan budaya Nusantara.
Baca Juga: Dari Area Taman Hingga Pedistrian, Sampah di Jembatan Kabanaran Terkumpul Satu Truk
Keterlibatan seniman lokal juga menjadi bagian dari persiapan menyambut Nataru. Perwakilan Avadana Dance Studio, Lisa Elisabet menyampaikan, pihaknya dilibatkan untuk menampilkan karya tari yang terinspirasi langsung dari relief Candi Borobudur.
"Kami mengangkat relief Borobudur sebagai sumber utama penciptaan karya. Relief-relief itu adalah warisan dunia yang sarat nilai dan pengetahuan," ujarnya.
Tarian berjudul Kidung Tribangga yang akan ditampilkan pada masa Nataru tersebut digarap melalui proses eksplorasi mendalam terhadap relief Karmawibhangga, Lalitavistara, Jataka Avadana, Gandavyuha, hingga Bhadracari.
Motif-motif relief kemudian diterjemahkan menjadi ragam gerak tari yang diharapkan mampu mengajak wisatawan memahami kembali kejayaan peradaban Borobudur pada abad ke-8 dan ke-9. (aya)