JOGJA – Kesadaran terkait lingkungan juga mulai menjadi perhatian pelaku pariwisata. Termasuk dengan memperhatikan pariwisata berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) saat menggelar Jumpa Pers Akhir Tahun 2025 pada Rabu, 17 Desember 2025, bertempat di Jambuluwuk Malioboro Hotel, Yogyakarta. Kegiatan ini mengusung tema “Mari Bersinergi”, sebagai ajakan untuk memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk media, dalam memajukan pariwisata dan menyebarkan berita-berita positif kepada masyarakat.
“Masalah degradasi lingkungan sudah jadi perhatian, yang tidak mampu beradaptasi bisa menyebabkan banjir dan malah merusak destinasi wisata,” ungkapnya.
Hal itu pula yang menjadi perhatian BPOB yaitu kawasan Borobudur Highland di Perbukitan Menoreh yang membentang dari Purworejo, Magelang, dan Kulon Progo. “Kami mengurangi, menghindari penebangan lahan (pohon), pembangunan pun disesuaikan dengan kontur yang ada. Nah, ini juga salah satu upaya untuk menghindari longsor,” ungkapnya.
Terkait ancaman bencana di destinasi wisata, BPOB bersama stakeholder pariwisata lainnya sudah sering melakukan koordinasi. Termasuk dengan mitigasi bencana yang disampaikan Dinas Pariwisata DIY terkait potensi longsor di kawasan rawan longsor.
Satu di antaranya berada di kawasan Menoreh. Menurut dia, berdasarkan kajian di kawasan Menoreh, memiliki tipe tanah merah dan batuan sehingga risiko longsor tergolong tinggi.
”Kami juga bekerja sama dengan BMKG itu setiap hari menyampaikan informasi ada hujan tinggi, hujan lebat, angin, hampir 4-5 kali satu hari di-update,” ungkapnya.
Direktur Destinasi Pariwisata BPOB, Neysa Amelia, mengatakan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan sejumlah pemangku kepentingan, seperti BPBD, Tim SAR, hingga kepolisian.
Baca Juga: Happy di Papan Atas, Manajer PSIM Jogja Razzi Ingin Pemain Terus Lapar Kemenangan
Direktur Keuangan Umum dan Komunikasi Publik BPOB Yusuf Hartanto menyampaikan, apresiasi kepada insan media yang telah membersamai perjalanan BPOB selama delapan tahun terakhir.
“Media sudah membersamai kami selama delapan tahun. Sinergi ini berjalan dengan sangat baik, sehingga berbagai capaian dan berita positif dapat tersampaikan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa jumpa pers akhir tahun merupakan kewajiban BPOB untuk menyampaikan capaian kinerja selama satu tahun, sekaligus memaparkan rencana kerja tahun 2026. Dalam kesempatan tersebut, BPOB juga membuka ruang dialog dan mengharapkan masukan serta kritik.
“Kami berharap sinergi ini terus berlanjut untuk mendukung program kegiatan tahun 2026. Terima kasih juga kepada rekan-rekan industri pariwisata. Semoga kolaborasi pentahelix tetap terjaga dan berdampak positif bagi pariwisata,” tambahnya.
Dalam pemaparannya, BPOB menyampaikan sejumlah materi strategis, antara lain isu strategis dan arah kebijakan pariwisata 2025–2045, serta program unggulan Kementerian Pariwisata tahun 2026 yang meliputi Gerakan Wisata Bersih, sinergi peningkatan keselamatan wisata, pengembangan pariwisata berkelas dunia, Event by Indonesia, dan penguatan desa wisata.
BPOB juga menjelaskan Integrated Tourism Masterplan (ITMP-BYP) sebagai panduan pengembangan pariwisata terintegrasi di kawasan Borobudur. Selain itu, disampaikan pula capaian kinerja BPOB tahun 2025, seperti meningkatnya kualitas layanan, naiknya kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara, bertumbuhnya investasi dan industri pariwisata, serta tersedianya beragam produk pariwisata di kawasan Borobudur.
Untuk tahun 2026, BPOB menyiapkan sejumlah program unggulan, di antaranya pembangunan jembatan dan jalan di kawasan BPOB, penguatan Gerakan Wisata Bersih, serta penyelenggaraan berbagai event bertema sport dan wellness.
Editor : Heru Pratomo