SLEMAN - Geowisata Lava Bantal Berbah menegaskan posisinya sebagai salah satu situs geoheritage paling langka di Indonesia.
Berusia sekitar 56 juta tahun, bentang batuan purba di tepi Sungai Opak ini menjadi magnet wisata edukasi sekaligus laboratorium alam bagi peneliti dan mahasiswa.
Pengurus Badan Usaha Milik Kalurahan Bersama (Bumkalma) Geowisata Lava Bantal Anggita Syafitri mengatakan, destinasi yang berlokasi di Dusun Watuadeg, Kalurahan Kalitirto, Kapanewon Berbah, Sleman tersebut merupakan wisata berbasis geosite pinggiran Sungai Opak.
Dijuluki Lava Bantal karena bentuk batuan yang terdapat pada geowisata ini memang berbentuk semacam gumpalan bantal.
"Itu terbentuk akibat pertemuan langsung antara lava dengan dasaran air samudera pada zaman pra sejarah," ujarnya kepada Radar Jogja, Jumat (12/12/2025).
Gumpalan-gumpalan batu yang membentuk seperti bantal itu berada di pinggir aliran Sungai Opak.
Posisinya berada di tengah-tengah dan membagi wilayah administratif antara Kalurahan Kalitirto dan Jogotirto,
"Batuan sebelah barat (sungai) berupa batuan lava bantal, sedangkan di sebelah timur berupa batuan vulkanis yang seperti ditemukan pada batuan tebing breksi," bebernya.
Destinasi geowisata Lava Bantal menawarkan wisata edukasi bebatuan purba yang langka.
Lokasi tersebut menjadi salah satu kawasan geoheritage di Jogja. Biasanya, banyak peneliti atau mahasiswa yang mendatangi tempat tersebut untuk melakukan penelitian.
"Lava bantal ini merupakan batuan purba lava bantal terbesar yang ada di DIJ setelah lava bantal yang terdapat di Parangkusumo," jelasnya.
Maka dari itu, pemerintah Indonesia telah menetapkan Lava Bantal sebagai warisan geologi atau geoheritage melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Kepmen ESDM) Nomor 13.K/HK.01/MEM.G/2021.
Keputusan tersebut diterbitkan 28 Januari 2021 dan secara seremoni dilaksanakan pada 22 April 2021.
"Di sana ada fasilitas yang bisa disewakan, terdapat pendopo yang bisa digunakan untuk kegiatan, musala dan kamar mandi yg menjadi penunjang kenyamanan pengunjung," paparnya.
Lokasi Lava Bantal juga didukung dengan area parkir yang luas. Selain itu juga disediakan berbagai gazebo di pinggiran sungai untuk bersantai pengunjung.
"Kunjungan wisata dalam satu tahun terakhir ini lumayan stabil dengan pengunjung harian masyarakat lokal," jelasnya.
Lava Bantal Berbah, lanjutnya, merupakan artefak sejarah bumi yang dicirikan dengan adanya batuan lava basalt berstruktur bantal berumur 56 juta tahun lalu. (oso/wia)