Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dinpar Tegaskan Destinasi Wisata Rawan Longsor di DIY Tetap Aman Dikunjungi, Longsor Hanya Pernah Terjadi di Area Parkir Tebing Breksi

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 9 Desember 2025 | 21:09 WIB
Kepala Dinpar DIY Imam Pratanadi.
Kepala Dinpar DIY Imam Pratanadi.

JOGJA - Dinas Pariwisata (Dinpar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membeberkan sejumlah destinasi wisata di DIY yang rawan longsor berdasarkan data olahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY. Dipastikan tidak ada penutupan, destinasi wisata tersebut masih aman dikunjungi dan beroperasi seperti biasanya.

"Masyarakat tetap tenang dan melanjutkan rencana kunjungannya. Keamanan, keselamatan, dan kenyamanan wisatawan adalah prioritas utama kami, dan setiap potensi risiko akan ditangani sesuai prosedur mitigasi yang telah disiapkan," ujar Kepala Dinpar DIY Imam Pratanadi, Selasa (9/12/2025).

Ia membenarkan banyak informasi yang berkembang di masyarakat terkait kerawanan tanah longsor di beberapa destinasi wisata. Terdapat tiga kawasan wisata yang rawan bencana tanah longsor yakni Perbukitan Menoreh, Pegunungan Sewu, serta Perbukitan Patuk Imogiri.

Secara spesifik, destinasi wisata di tiga lokasi tersebut yakni Nglinggo Tritis, Puncak Widosari, Puncak Suroloyo, Sendangsono, Embung Tonogoro, Desa Wisata Tinalah, Desa Wisata Jatimulyo, Nglanggeran, Goa Pindul, Kalisuci, Air terjun Srigethuk, Goa Jomblang, Desa Wisata Wukirsari, Mangunan (Becici, Pengger), Imogiri, HeHa Sky View, dan Bukit Bintang.

"Data tersebut kami berdasarkan hasil olahan dari BPBD DIY," bebernya.

Berdasarkan data yang ia terima, sejak tahun 2023 kejadian tanah longsor di destinasi wisata hanya terjadi di area parkir Tebing Breksi, Sleman. Tidak ada lagi data kejadian bencana di destinasi wisata lain yang menaganggu operasional wisata.

"Kejadian tanah longsor merupakan fenomena alam yang tidak dapat diprediksi secara pasti. Pemetaan kawasan yang berpotensi rawan longsor merupakan prosedur standar yang dilakukan dalam upaya mitigasi bencana," paparnya.

Imam, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa tidak ada penutupan terhadap destinasi wisata yang berada di dalam kawasan dengan potensi longsor. Destinasi tersebut tetap bisa beroperasi seperti biasa.

"Semua destinasi di kawasan berpotensi bencana tetap aman untuk dikunjungi, pengawasan dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai pihak," tegasnya.

Upaya mitigasi telah dilakukan seperti memastikan ketersediaan rambu penunjuk arah, rambu peringatan serta memastikan bahwa peralatan keamanan dan keselamatan dapat berfungsi dengan baik. Ia juga memastikan SOP di setiap destinasi diterapkan oleh masing-masing operator wisata.

Baca Juga: Munas ke-14 BMWCCI Digelar di Yogyakarta, Tetapkan Arah Organisasi dan KPU Baru

"Wisatawan dapat senantiasa memantau cuaca terkini secara berkala dengan memanfaatkan kamera CCTV atau informasi dari BMKG," jelasnya. (oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Dinpar DIY #Dispar DIY #Dinas Pariwisata DIY #destinasi wisata #rawan longsor