MUNGKID - Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Magelang hingga akhir November baru mencapai sekitar 70 persen dari target. Jumlah itu masih jauh di bawah proyeksi ideal yang diharapkan berada di kisaran 85 persen.
Kondisi ini mendorong pemerintah daerah mempercepat strategi penguatan promosi berbasis digital. Upaya itu dilakukan sebagai langkah memperluas pasar dan meningkatkan angka kunjungan wisatawan.
Semakin banyak konten digital yang muncul dan terkelola dengan baik, semakin tinggi peluang Kabupaten Magelang bersaing di pasar wisata nasional maupun internasional.
Selain memperkuat promosi digital, pemkab juga menyiapkan strategi pendukung lainnya. Seperti penyelenggaraan agenda wisata rutin di berbagai wilayah dan pengembangan destinasi baru. Salah satunya Kalibening, yang tengah disiapkan sebagai lokasi wisata air dengan aktivitas snorkeling di perairan dangkal.
"Pak bupati memberikan ruang agar setiap minggu ada event. Ini cara kita menggerakkan aktivitas ekonomi secara konsisten, bukan hanya menunggu momentum besar," paparnya.
Baca Juga: Bansos Dikurangi, Mamin Rapat Bupati dan DPRD Dibiarkan
Mulyanto berharap, percepatan transformasi digital pariwisata dapat menciptakan multiplier effect yang lebih luas bagi masyarakat. Dampaknya tidak hanya berupa peningkatan pendapatan pemerintah daerah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di sektor pendukung seperti kuliner, transportasi lokal, hingga industri kreatif.
Menurut dia, jika promosi semakin kuat dan jumlah kunjungan stabil, masyarakat akan terdampak langsung. "Pada akhirnya, peningkatan ekonomi ini dapat ikut membantu menekan angka kemiskinan," bebernya.
Dengan capaian PAD yang masih jauh dari target, pemerintah daerah berharap strategi digitalisasi dan penguatan kalender wisata dapat mempercepat pemulihan sektor pariwisata Kabupaten Magelang dalam beberapa bulan ke depan. (aya)