Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dari Sekaten hingga FKY: Daftar Destinasi Wisata Festival Budaya Jogja yang Tak Pernah Sepi Pengunjung

Magang Radar Jogja • Senin, 24 November 2025 | 18:26 WIB
Salah satu contoh pementasan kesenian di FKY 2025.
Salah satu contoh pementasan kesenian di FKY 2025.

 

RADAR JOGJA - Yogyakarta kembali menegaskan diri sebagai kota budaya lewat rangkaian festival tahunannya yang selalu berhasil menarik ribuan pengunjung.

Mulai dari perayaan tradisi Sekaten hingga kemeriahan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY), setiap gelaran menyuguhkan kekayaan seni, ritual, dan kreativitas masyarakat yang membuat Jogja tetap menjadi destinasi budaya paling hidup di Indonesia.

1. Sekaten


Sekaten diadakan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW setiap tahunnya.

Upacara Sekaten ini diselenggarakan oleh Keraton Yogyakarta.

Upacara Sekaten digelar selama 7 (tujuh) hari, mulai dari tanggal 5 hingga 11 pada bulan Maulid/Rabiulawal.

Puncak dari Sekaten adalah arak-arakan gunungan dari keraton menuju ke halaman Masjid Gedhe Yogyakarta.

Sesampainya di halaman Masjid Gedhe, gunungan-gunungan tersebut akan dibagikan kepada masyarakat yang menonton atau biasa disebut dengan ‘rayahan’.


Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan DIY.

Tujuan diadakannya FKY adalah untuk melestarikan warisan budaya yang ada Yogyakarta.

FKY biasanya terdiri dari serangkaian acara yang melibatkan budaya masa lampau maupun budaya modern.

Misalnya pada tahun ini, FKY terdiri dari beberapa kegiatan antaranya pasar adat “Ruwang Berdaya”, Kompetisi Panji Desa dan Jurnalisme Warga, dan FKY Rembug yang berisi tentang diskusi budaya.

Di tahun 2025 ini FKY digelar di Kabupaten Gunungkidul pada tanggal 11-18 Oktober 2025.

3. Manten Tebu Madukismo


Madukismo adalah pabrik gula tertua yang ada di Yogyakarta.

Setiap tahunnya Pabrik Gula Madukismo selalu menyelenggarakan tradisi yang unik, yakni manten tebu.

Tradisi Manten tebu diadakan setiap menjelang musim giling tebu (sekitar bulan April).

Tradisi dimulai dengan pemilihan sepasang tebu yang nantinya akan dijadikan pengantin.

Sepasang tebu tersebut akan dirias layaknya pengantin manusia pada umumnya, selanjutnya akan diarak mengelilingi kompleks Pabrik Gula Madukismo.

Yang terakhir adalah prosesi akad, akad dilakukan dengan memasukkan kedua mempelai tebu ke dalam mesin giling, tanda dimulainya musim giling tahun ini.

4. Saparan Bekakak Gamping Kidul


Saparan Bekakak adalah tradisi tahunan yang diselenggarakan oleh masyarakat Gamping Kidul, untuk menghormati arwah Kyai dan Nyai Wirosuto.

Tradisi Saparan Bekakak ini adalah sebuah tradisi dimana akan dikorbankan sepasang pengantin di Gunung Gamping, Gamping Kidul.

Sepasang pengantin yang dimaksud disini bukanlah manusia, melainkan sepasang boneka yang terbuat dari tepung ketan yang berisi cairan gula merah lalu dihias layaknya pengantin pada umumnya.

Tradisi ini biasanya diadakan saat Bulan Safar/Sapar dalam bahasa Jawa.
(Nauralya D)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#FKY #Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) #Saparan Bekakak Gamping Kidul #Manten Tebu Madukismo #Destinasi Wisata Budaya #gelaran #sekaten #Jogja #Festival Budaya