SLEMAN - Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Sambirejo, Prambanan, Sleman terus mengembangkan pariwisata lokal sebagai sektor unggulan untuk meningkatkan pendapatan asli kalurahan. Penambahan destinasi wisata pun mulai dilakukan sebagai penyangga destinasi wisata Tebing Breksi. Hal ini untuk menyambut keberadaan kereta gantung yang segera dibangun.
"Ini sudah valid dan on progress, pembangunan kereta gantung yang bekerja sama dengan pihak ketiga," ujar Sekretaris Lurah Kalurahan Sambirejo, Prambanan, Sleman Mujimin kepada Radar Jogja Jumat (11/10).
Baca Juga: Kami Bersama Difabel, Cak Imin Usulkan Alokasi APBN dan APBD Khusus untuk Kebutuhan Disabilitas
Dia menyebut, Sambirejo merupakan kalurahan yang strategis dalam aspek pariwisata. Hal itu didukung dengan berbagai macam situs seperti Candi Prambanan, Candi Ijo, Candi Banyunibo dan situs lainnya yang berada di sekitar kalurahan tersebut. Maka dari itu, ia menilai perlu untuk dilakukan pengembangan dengan cara menambah destinasi wisata untuk meningkatkan jumlah kunjungan.
"Kereta gantung ini nanti akan mengoneksikan antara Tebing Breksi nanti ke wilayah Spot Riyadi. Itu nanti keliling, terus turun nanti di Banyunibo itu Bokoharjo," bebernya.
Mekanisme kereta gantung, lanjutnya, akan disediakan tiga stasiun pemberhentian yang terletak di lokasi yang berbeda. Pertama di daerah Tebing Banyunibo, area Candi Ijo dan ketiga di Tebing Breksi. Ia memperkirakan panjang rute kereta gantung lebih dari tiga kilometer. Di setiap stasiun rencananya juga akan dipersiapkan semacam area transit dan pendukungnya dengan melibatkan pelaku UMKM.
"Kemungkinan pembangunannya dimulai 2026, ini sudah mulai menentukan titik lokasi yang digunakan sebagai tiang penyangga," paparnya.
Baca Juga: Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta Disebut Sering Dibully, Tuliskan Nama Teroris di Senjatanya
Selain melakukan persiapan pembangunan kereta gantung, pihaknya juga menambah beberapa destinasi wisata penyangga Tebing Breksi. Lokasi yang sudah mulai dibangun yakni wisata Watu Payung yang diproyeksikan menjadi tempat favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati pemandangan dari atas sekaligus matahari terbit. "Di sana nanti juga akan dibuat camping ground," tandasnya.
Selanjutnya juga dilakukan pengembangan destinasi wisata di Situs Gupolo yang juga terletak tidak jauh dengan lokasi Tebing Breksi. Menurutnya, situs tersebut mempunyai nilai sejarah yang tinggi. Selain terdapat peniggalan berupa Arca Ganesha, di sana juga terdapat satu situs sumur tua.
Baca Juga: Kami Bersama Difabel, Cak Imin Usulkan Alokasi APBN dan APBD Khusus untuk Kebutuhan Disabilitas
"Banyak cerita bahwa di sana dulunya ada perkampungan yang hilang karena bencana tanah longsor," ujarnya.
Bergeser sedikit ke utara, Pemkal Sambirejo juga merencanakan pengembangan di destinasi wisata Embung Sumberwatu. Di sana diproyeksikan akan dibuat kebun buah.
"Semua destinasi itu nantinya akan diintegrasikan sebagai paket wisata, terlebih menyambut jalan tembus yang melintasi Sambirejo," bebernya.
Namun saat disinggung terkait kunjungan, tahun ini disebut menurun. Hanya sekitar 500 wisatawan dalam sehari. Serangkan saat libur mencapai 1.500-2.000 orang. "Kalau dulu sehari bisa 1.000, pas weekend bisa 5.000 kunjungan," tegasnya. (oso/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita