MUNGKID — Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyebut, wilayahnya masih menghadapi ketimpangan fasilitas dan dukungan dibanding daerah lain, terutama di DIY, meski menjadi lokasi Candi Borobudur.
"Kami sadar, banyak yang mengira Borobudur milik Jogja. Ini karena kami belum mampu menyediakan fasilitas dan amenitas yang memadai," paparnya saat menemani kunjungan Komisi VII DPR RI, Jumat (7/11).
Baca Juga: Dongkrak Perekonomian, Kampung Singkong Salatiga Perlu Jadi Destinasi Wisata Unggulan
Menurut Grengseng, sejumlah Balkondes di Magelang kini mati suri, seperti di Desa Sambeng, Kenalan, dan Bigaran. Kondisi ini diperparah oleh pembatasan jumlah pengunjung ke Candi Borobudur pascapandemi Covid-19 yang sempat hanya 1.200 orang per hari.
Pemkab Magelang mencatat, hingga kini terdapat 46 desa wisata aktif, terdiri dari 24 desa rintisan, 18 desa berkembang, dan empat desa maju. Namun dari total 372 desa, lebih dari separuh mengajukan permohonan menjadi desa wisata.
Baca Juga: Roy Suryo CS Jadi Tersangka Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi, Polda Metro Jaya Tetapkan Delapan Orang
Dia tidak ingin gegabah menetapkan semua desa menjadi desa wisata. "Kami ingin kualitas, bukan kuantitas. Borobudur kelasnya internasional, maka desa wisata di sekitarnya juga harus berstandar internasional," tegasnya.
Editor : Heru Pratomo