JOGJA — Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta (Dispar) menyiapkan sejumlah program unggulan untuk mendongkrak pertumbuhan pariwisata kota menjelang akhir 2025 dan awal 2026. Langkah ini diharapkan mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi lokal.
Program terdekat adalah Tourism Exhibition dengan konsep travel fair yang dijadwalkan berlangsung pada 8-9 November di Atrium Selatan Plaza Malioboro. Dispar menggandeng berbagai pelaku industri terkait, termasuk maskapai penerbangan dan mitra komersial. Dalam acara ini juga akan hadir berbagai program dan promosi menarik, termasuk diskon on the spot untuk tiket perjalanan.
“Tentu saja tujuannya adalah mendatangkan wisatawan agar mereka bisa melihat travel fair ini karena banyak program menarik dari masing-masing industri yang hadir,” ungkap Kepala Bidang Industri Pariwisata Dispar Kota Yogyakarta, Caesaria Eka Yulianti, Kamis (30/10).
Sebelumnya, H&R Run, event lari bersama, akan digelar pada Minggu, 2 November, dengan dua kategori yaitu 5 km dan 10 km. Rute lari berada di kawasan Malioboro, tepatnya di Jalan Perwakilan, yang sengaja dipilih untuk menonjolkan sisi budaya Kota Yogyakarta. “Kami harapkan rute ini menarik bagi peserta karena melewati tiga kawasan yang sangat berdaya tarik,” imbuh Caesaria.
Jogja juga akan semakin menegaskan posisinya sebagai destinasi andalan melalui Borobudur Marathon, event lari internasional yang akan berlangsung pertengahan November, serta menjadi tuan rumah peringatan Hari Anti Korupsi Nasional.
Rangkaian acara ini menjadi bagian dari strategi Dispar mengintegrasikan pariwisata dengan sektor ekonomi lokal. Wisatawan maupun peserta acara yang datang dari luar daerah diharapkan memberikan dampak positif terhadap konsumsi lokal, termasuk hotel, restoran, dan toko oleh-oleh. Pemilihan event marathon juga menunjukkan adaptasi Dispar terhadap tren gaya hidup sehat di masyarakat saat ini.
Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi Komitmen Bangun Sistem Pendidikan yang Adil dan Terbuka
“Ada banyak event yang diselenggarakan di Jogja dan selalu ditunggu masyarakat. Dampaknya terhadap ekonomi cukup besar, mencapai miliaran rupiah, mulai dari hotel, toko oleh-oleh, hingga custom pass. Banyak wisatawan dari luar negeri pun datang ke Jogja karena acara-acara ini,” pungkas Caesaria.
(Salwa Mutia)
Editor : Heru Pratomo