Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Telaga Potorono, Destinasi Bernuansa Alam, Kuliner dan Edukasi Berawal Swadaya Warga yang Jadi Wisata Keluarga

Cintia Yuliani • Minggu, 26 Oktober 2025 | 12:50 WIB
Wisatawan sedang memberikan umpan makanan kepada ikan yang berada di Talaga Potorono Selasa (21/10)
Wisatawan sedang memberikan umpan makanan kepada ikan yang berada di Talaga Potorono Selasa (21/10)

 

 

 

 

Telaga Potorono di Kalurahan Potorono, Kapanewon Banguntapan, menjadi salah satu destinasi wisata keluarga yang kian digemari warga Bantul dan sekitarnya. Tak sekadar tempat rekreasi, kawasan seluas empat hektare ini juga berfungsi sebagai embung konservasi air untuk menjaga keseimbangan lingkungan.

Dikelola secara swadaya oleh warga sejak 2017, Telaga Potorono mulai dibuka untuk umum pada 2018. Namun perkembangan signifikan baru terjadi setelah 2020, ketika warga kembali berinisiatif mengelola dan menambah berbagai fasilitas wisata.

“Dulu belum ada pohon, belum ada kuliner. Sekarang sudah banyak perubahan, pengunjung bisa menikmati suasana sejuk dengan beragam wahana dan kuliner UMKM,” ujar Bahron Ketua Pengelola Telaga Potorono saat ditemui di Telaga Potorono Selasa (21/10).

Beragam wahana disediakan di kawasan ini. Mulai dari perahu bebek, kano, roller coaster mini, trampolin, istana balon, hingga komedi putar. Harga permainan pun terjangkau, berkisar antara Rp 10 ribu hingga Rp 30 ribu per anak. Untuk kano dua orang, pengunjung cukup membayar Rp 15 ribu.

Selain wahana permainan, Telaga Potorono juga menghadirkan zona edukasi. Anak-anak dapat memberi makan ikan atau merpati yang dibudidayakan di area telaga. Pakan tersedia di warung sekitar dengan harga hanya Rp 2 ribu.

Aktivitas pengunjung tak berhenti di situ. Kawasan ini juga menjadi lintasan favorit untuk jogging pagi. “Setiap pukul lima pagi sudah banyak warga yang berolahraga di sini. Saat akhir pekan, pengunjung meningkat signifikan,” lanjut Bahron.

Di sisi utara telaga, terdapat deretan kios kuliner yang dikelola sekitar 40 pelaku UMKM lokal. Aneka jajanan tradisional hingga makanan kekinian disajikan untuk pengunjung.

Baca Juga: Bertahap, Penutupan Malioboro Diperpanjang Jadi Lima Jam: Upaya Dishub DIY Menuju Malioboro Rendah Emisi

"Ke depan akan kami lengkapi dengan playground dan wahana permainan air yang sedang dalam tahap pembangunan,” jelasnya.

Selain rekreasi, Telaga Potorono juga sering menjadi lokasi event hiburan. Setiap akhir pekan digelar live music, sementara senam bersama rutin diadakan tiga kali dalam sepekan.

Hingga kini, pengelolaan Telaga Potorono melibatkan sekitar 30 warga setempat. Mereka bertugas di bagian parkir, operator wahana, kebersihan, hingga publikasi.

 Baca Juga: Tradisi Masangin: Mitos Hajat Akan Terkabul Melewati Pohon Beringin Kembar di Alun-Alun Kidul Jogja

“Alhamdulillah, keberadaan wisata ini bisa membuka lapangan kerja dan menambah penghasilan warga,” kata Bahron.

Senada, Ulu-Ulu Kalurahan Potorono Nur Rahmad Wicaksono menilai, Telaga Potorono menjadi potensi besar bagi wilayahnya. Selain meningkatkan pendapatan pengelola, juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Dengan adanya Telaga Potorono, banyak warga yang ikut terlibat, baik berdagang maupun mengelola fasilitas,” terangnya.

Agar tetap diminati, pengelola berkomitmen menjaga kebersihan, kenyamanan, dan kelengkapan fasilitas. Upaya penghijauan juga terus dilakukan agar kawasan tetap rindang dan sejuk.“Inovasi wahana kami lakukan secara bertahap setiap tahun, sesuai kemampuan anggaran,” ungkapnya.

Ia berharap, Telaga Potorono dapat terus berkembang dan menjadi ikon wisata keluarga di Bantul. “Semoga ke depan wisata ini semakin maju, memberi manfaat bagi warga, dan menjadi kebanggaan masyarakat Potorono,” tandasnya. (cin/pra)

Editor : Heru Pratomo
#destinasi #Banguntapan #Bantul #Embung Potorono #Wisatawan