Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Babon ANIEM, Peninggalan Belanda yang Jadi Awal Listrik di Yogyakarta

Bahana. • Senin, 6 Oktober 2025 | 19:05 WIB

Foto : google maps
Foto : google maps
RADAR JOGJA - Tak banyak warga yang tahu, di balik gemerlap lampu-lampu kota Yogyakarta hari ini, tersimpan jejak sejarah panjang kelistrikan yang dimulai lebih dari seratus tahun lalu.

Di kawasan Kota Baru, sebuah bangunan tua bernama Babon ANIEM masih berdiri, menjadi saksi awal hadirnya listrik di Kota Gudeg.

Kata babon dalam bahasa Jawa berarti “induk”, sedangkan ANIEM adalah singkatan dari Algemeene Nederlands Indische Electriciteit Maatschappij yaitu perusahaan listrik swasta milik Belanda yang beroperasi di Hindia Belanda pada awal 1900-an.

Sejak 1914, ANIEM menjadi pelopor pembangunan jaringan listrik di berbagai kota, termasuk Yogyakarta.

Bangunan Babon ANIEM di Kota Baru dibangun pada tahun 1918 dan difungsikan sebagai pusat pembangkit serta pengatur listrik bagi kawasan hunian Eropa.

Karena statusnya sebagai wilayah elit kolonial, Kota Baru menjadi prioritas utama dalam penyediaan fasilitas modern, salah satunya jaringan listrik.

Dari sinilah denyut pertama penerangan kota Yogyakarta bermula. Babon ANIEM mengalirkan listrik ke berbagai titik penting kota dan mengubah wajah Yogyakarta menjadi lebih terang dan modern.

Kini, lebih dari seabad kemudian, bangunan peninggalan ANIEM kian langka.

Hanya tiga yang tersisa yaitu di Kota Baru, depan Taman Parkir Abu Bakar Ali, dan Pasar Kotagede.

Ketiganya menjadi saksi bisu perjalanan panjang listrik di Yogyakarta dari masa kolonial hingga era modern.

Lebih dari sekadar bangunan tua, Babon ANIEM memuat nilai sejarah dan arsitektur yang tinggi merekam transformasi Yogyakarta dari kota tradisional menuju kota yang penuh cahaya.

Melestarikan bangunan ini berarti menjaga memori tentang perjumpaan teknologi, kekuasaan, dan kehidupan sosial dalam satu ruang: ruang bernama listrik.

Penulis : Arsy Apriliany Munawaroh

Editor : Bahana.
#Babon Aniem