Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menapak Kota Jogja dengan Kain, Remen Jawi Hadirkan Konsep Healing dengan cara berbeda

Bahana. • Jumat, 3 Oktober 2025 | 22:31 WIB

Foto : @remen.jawi.official Instagram
Foto : @remen.jawi.official Instagram
Jika biasanya wisata di Yogyakarta lekat dengan Malioboro, Tugu, atau kuliner khas, komunitas Remen Jawi memberikan pengalaman berbeda.

Di sini, wisatawan diajak lebih dari sekadar berkunjung tapi juga menyelami budaya, hidup bersama masyarakat, hingga merasakan filosofi Jawa dengan sederhana, yakni berjalan sambil mengenakan kain tradisional.

Konsep ini dihadirkan agar tamu tak hanya hadir lalu pulang, melainkan ikut samar menjawi melebur menjadi bagian dari Jogja.

Saat berjalan menyusuri kota dengan kain, setiap langkah mengajarkan nilai-nilai hidup yang dijunjung masyarakat Jawa.

Salah satu kegiatan paling berkesan adalah pitutur, sebuah perjalanan yang memperkenalkan tujuh elemen filosofi Jawa yang menjadi landasan hidup warga Yogyakarta.

Melalui pitutur, pengunjung diajak melihat Jogja tidak hanya dengan mata, tapi juga hati.

Tak berhenti di sana, peserta juga bisa belajar memahami makna motif batik, mencoba aksara Jawa, hingga menelusuri sisi-sisi Jogja yang jarang dijamah wisata umum.

Pengalaman terasa lebih mendalam karena bukan hanya melihat, tapi juga mengalami secara langsung.

Remen Jawi menawarkan cara baru menikmati Jogj dengan belajar, mencoba, sekaligus merasakan.

Dari kain yang dipakai, batik yang dipelajari, aksara yang ditulis, hingga kuliner yang disantap semuanya menghadirkan pengalaman healing yang berbeda, penuh kehangatan dan makna.

Penulis: Arsy Apriliany Munawaroh

Editor : Bahana.
#Kota Jogja #wisata jogja #healing