Di sini, wisatawan diajak lebih dari sekadar berkunjung tapi juga menyelami budaya, hidup bersama masyarakat, hingga merasakan filosofi Jawa dengan sederhana, yakni berjalan sambil mengenakan kain tradisional.
Konsep ini dihadirkan agar tamu tak hanya hadir lalu pulang, melainkan ikut samar menjawi melebur menjadi bagian dari Jogja.
Saat berjalan menyusuri kota dengan kain, setiap langkah mengajarkan nilai-nilai hidup yang dijunjung masyarakat Jawa.
Salah satu kegiatan paling berkesan adalah pitutur, sebuah perjalanan yang memperkenalkan tujuh elemen filosofi Jawa yang menjadi landasan hidup warga Yogyakarta.
Melalui pitutur, pengunjung diajak melihat Jogja tidak hanya dengan mata, tapi juga hati.
Tak berhenti di sana, peserta juga bisa belajar memahami makna motif batik, mencoba aksara Jawa, hingga menelusuri sisi-sisi Jogja yang jarang dijamah wisata umum.
Pengalaman terasa lebih mendalam karena bukan hanya melihat, tapi juga mengalami secara langsung.
Remen Jawi menawarkan cara baru menikmati Jogj dengan belajar, mencoba, sekaligus merasakan.
Dari kain yang dipakai, batik yang dipelajari, aksara yang ditulis, hingga kuliner yang disantap semuanya menghadirkan pengalaman healing yang berbeda, penuh kehangatan dan makna.
Penulis: Arsy Apriliany Munawaroh