Bagi kamu yang ingin berwisata sekaligus belajar sejarah, berikut tiga tempat yang wajib masuk daftar kunjungan:
1. Keraton Yogyakarta
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat adalah jantung kebudayaan Jawa sekaligus pusat pemerintahan Kesultanan Yogyakarta.
Dibangun pada abad ke-18 oleh Sultan Hamengkubuwono I, keraton ini menyimpan berbagai koleksi bersejarah, mulai dari pusaka kerajaan, gamelan, hingga peninggalan kolonial.
Pengunjung dapat menyaksikan bangunan arsitektur khas Jawa yang megah, serta menyelami tradisi yang masih dijaga hingga sekarang, termasuk pertunjukan tari dan musik tradisional yang rutin digelar di area keraton.
2. Taman Sari
Tak jauh dari Keraton, terdapat Taman Sari Water Castle yang dulu merupakan taman kerajaan sekaligus benteng pertahanan.
Dibangun pada tahun 1758, Taman Sari memiliki kolam pemandian yang konon digunakan oleh para putri raja.
Kini, Taman Sari menjadi daya tarik wisata sejarah dengan suasana mistis sekaligus artistik.
Lorong bawah tanah dan masjid bawah tanah di kawasan ini menjadi spot favorit wisatawan yang ingin merasakan nuansa masa lalu yang penuh misteri.
3. Candi Prambanan
Sebagai kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, Candi Prambanan berdiri kokoh dengan tiga candi utama yang dipersembahkan untuk Trimurti: Brahma, Wisnu, dan Siwa.
Dibangun pada abad ke-9, Prambanan bukan hanya menakjubkan dari segi arsitektur, tetapi juga kaya akan relief kisah Ramayana yang diukir dengan detail indah.
Menariknya, hingga kini kompleks Prambanan masih menjadi pusat kebudayaan dengan digelarnya pertunjukan Sendratari Ramayana setiap malam tertentu, menambah pesona sejarah sekaligus seni yang hidup di Yogyakarta.
Dengan mengunjungi tiga destinasi bersejarah ini, wisatawan tak hanya menikmati keindahan arsitektur dan kisah masa lalu, tetapi juga dapat merasakan denyut kebudayaan Jawa yang masih hidup hingga kini.
Yogyakarta pun semakin layak disebut sebagai kota wisata sejarah yang selalu menyimpan cerita untuk dikenang.
Penulis: Adella Haviza
Editor : Bahana.