Sajian-sajian tersebut bukan hanya mengenyangkan perut, tetapi juga membawa pulang nostalgia.
1. Djoen Bakery Yogya
Bagi penggemar roti jadul, Djoen Bakery Yogya tak bisa dilewatkan. Berdiri sejak puluhan tahun silam, toko roti ini konsisten mempertahankan resep klasik. Teksturnya lembut dengan aroma khas, membuat pelanggan lama selalu kembali.
2. Sate Kronyos
Kuliner lain yang tak kalah ikonik adalah Sate Kronyos. Daging sapi empuk dipanggang hingga wangi menggoda, disajikan dengan bumbu sederhana namun kuat rasa. Nama “kronyos” sendiri diambil dari bunyi kriuk saat daging digigit.
3. Lumpia Samijaya
Jajanan ringan juga punya tempat istimewa di Malioboro. Lumpia Samijaya, dengan kulit tipis renyah dan isian rebung, sudah lama jadi teman jalan-jalan wisatawan.
4. Clorot dan Gulali Jadul
Sementara itu, jajanan tradisional seperti clorot dan gulali jadul masih bisa ditemui. Clorot yang dibungkus janur kerucut menawarkan rasa manis gurih, sedangkan gulali warna-warni menghadirkan kenangan masa kecil.
5. Bakpia Mahkota
Oleh-oleh khas Jogja tentu tak lepas dari bakpia. Salah satunya Bakpia Mahkota yang dikenal dengan kulit tipis dan isian kacang hijau lembut. Tak hanya warga lokal, wisatawan pun kerap menjadikannya buah tangan.
6. Kios Bu Ida
Bagi yang mencari suasana makan rumahan, Kios Bu Ida jadi pilihan tepat. Menu sederhana seperti sayur lodeh, oseng-oseng, hingga ayam goreng selalu dicari karena rasa khas dan harga ramah di kantong.
7. Kopi dan Rempah Malioboro
Melengkapi pengalaman, kios-kios kopi dan rempah turut menghidupkan suasana.
Aroma kopi bubuk segar berpadu dengan rempah tradisional, menghadirkan nuansa yang jarang ditemui di tempat lain.
Deretan kuliner ini seakan menegaskan satu hal yaitu Malioboro bukan hanya tentang belanja dan wisata, tetapi juga tentang rasa yang abadi. Murah, nikmat, dan dekat di hati.
Penulis : Arsy Apriliany Munawaroh