Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Antara Sawah, Sepeda dan Senyum Warga, Wisata Keliling Desa dengan Sepeda Tua di Banguncipto, Sentolo, Kulon Progo

Anom Bagaskoro • Minggu, 14 September 2025 | 10:30 WIB
Antara Sawah, Sepeda dan Senyum Warga, Wisata Keliling Desa dengan Sepeda Tua di Banguncipto, Sentolo, Kulon Progo
Antara Sawah, Sepeda dan Senyum Warga, Wisata Keliling Desa dengan Sepeda Tua di Banguncipto, Sentolo, Kulon Progo

KULON PROGO - Beragam cara dilakukan untuk mengisi masa liburan, salah satunya berkunjung ke desa. Menjadi salah satu alternatif, wisata berkeliling desa dengan sepeda onthel tua di Padukuhan Bantar Kulon, Kalurahan Banguncipto, Kapanewon Sentolo layak dicoba.

Hanya berjarak 20 km dari pusat Kota Jogja, pengunjung dapat menikmati suasana pedesaan. Berlokasi di Griya Towil Fiets sebuah rumah yang menyediakan paket wisata khas pedesaan, pengunjung dapat menikmati paket wisata khas pedesaan.

"Kami mengajak pengunjung untuk hidup seperti masyarakat sekitar," ucap Pemilik Griya Towil Fiets Mantowil atau yang akrab disapa Manto, Jumat (12/9).

Dia menyiapkan beragam paket wisata. Paling populer wisata keliling desa dengan sepeda onthel tua. Paket yang sering diserbu turis mancanegara ini, mengajak pengunjung untuk berkeliling desa. Melalui gang-gang sempit di pedesaan, pengunjung akan menghabiskan waktu disana.

Bangunan khas penduduk desa dengan halam luas di dalamnya menjadi sajian sepanjang jalan.

Antara Sawah, Sepeda dan Senyum Warga, Wisata Keliling Desa dengan Sepeda Tua di Banguncipto, Sentolo, Kulon Progo
Antara Sawah, Sepeda dan Senyum Warga, Wisata Keliling Desa dengan Sepeda Tua di Banguncipto, Sentolo, Kulon Progo

Namun, bukan itu hidangan utamanya. Hamparan sawah seluas puluhan hektar menjadi sajian terkuat khas pedesaan. "Kebanyakan wisatawan mancanegara, wisatawan lokal cukup jarang," ucapnya.

Periode kunjungan terbanyak mulai dari Juni hingga Agustus. Setiap harinya, Griya Towil Fiets tak pernah sepi dengan kunjungan. Setiap bulan tercatat hampir 300 turis mancanegara berkunjung. Terutama dengan harga paket Rp 500 ribu untuk mencicipi suasana pedesaan, terkesan murah.

Selain Suasana Pedesaan, Pengunjung Diajak Mengikuti Aktivitas Masyarakat Lokal

Baca Juga: Pacaran Dapat Rp 5 Juta, Nikah Dapat Rp 230 Juta: Program Unik Korea Selatan untuk Turunkan Krisis Kelahiran

Wisata di Griya Towil Fiets tak hanya bersepda keliling desa. Namun, mengajak pengunjung menyelami aktivitas masyarakat desa degan paket edukasi.

Aktivitas masyarakat desa dari membuat kerajinan hingga makanan dapat disaksikan serta dicoba. "Ada pembuatan emping, menanam empon-empon hingga memasak," ungkapnya.

Manto mengungkapkan, wisata edukasi menjadi pilihan kedua turis mancanegara. Lantaran, mengajak pengunjung menghayati aktivitas masyarakat yang penuh kearifan lokal.

Pembuatan makanan emping yang unik seringkali diminati pengunjung. Pasalnya, bukan rasanya namun proses pembuatan yang diangkat menjadi wisata.

Pada edukasi pertanian, pengunjung diajak mencoba profesi petani. Tak jarang, pengunjung dapat mengikuti panen empon-empon seperti jahe dan lengkuas. Aktivitas ini memberikan sensasi pengalaman yang jarang ditemui pengunjung.(gas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Kulon Progo #wisatawan mancanegara #Manto #Bantar #sepeda #Senyum #sawah #Griya #towil fiets