BANTUL - Event pameran foto yang digelar di Pantai Cangkring, Cangkring, Poncosari, Srandakan, Bantul berhasil menarik lebih banyak wisatawan. Jika biasanya jumlah kunjungan hanya berkisar 600 hingga 800 orang, kali ini bisa tembus hingga 1.200 pengunjung.
Wakil Pengelola Wisata Pantai Cangkring Mulyandanu mengungkapkan, antusiasme wisatawan terlihat sejak awal acara. “Karena ada foto juga. Kalau enggak jam 20.00 sudah enggak ada wisatawan,” ungkapnya.
Namun karena ada kegiatan ini, petugas harus berjaga hingga malam hari. Sebab banyak pengunjung di waktu tersebut.
Dia bersyukur dengan adanya pameran foto ini. Sebab tiga tahun dia menjadi pengurus wisata dan dua tahun terakhir setelah pergantian kepengurusan, belum pernah ada event dari Dinas Pariwisata Bantul.
“Pantai Cangkring itu seolah-olah kayak anak tiri, enggak pernah diperhatikan,” lontarnya saat ditemui di Pantai Cangkring, Senin (18/8).
Dia pun turut menceritakan awal mula pameran foto bisa digelar di Pantai Cangkring. Sekitar dua minggu lalu, saat ada event komunitas ambulans di kawasan pantai, dia berkenalan salah satu pegawai di Dinas Pariwisata Bantul. Dari pertemuan itu, dia langsung menyampaikan harapan agar Pantai Cangkring ikut diperhatikan.
“Enggak lama setelah itu, beliau telepon saya. Katanya sampai enggak bisa tidur dan ingin bantu mempromosikan Pantai Cangkring lewat konsep pameran foto,” lontarnya.
Pada akhirnya Dinas Pariwisata Bantul dan Dinas Kebudayaan berkolaborasi mengadakan event tersebut. Selain menampilkan hasil karya fotografi dengan latar pesona Pantai Cangkring, event ini juga menghadirkan keterlibatan dari sejumlah pihak. Termasuk Dinas Pariwisata, Cagar Budaya, dan Dinas Kebudayaan.
Dampak dari kegiatan ini, lanjutnya, adalah kenaikan jumlah pengunjung. Persentasenya bisa mencapai 30-40 persen. Padahal biasanya, Agustus menjadi periode sepinya pengunjung. "Ada yang nanya pamerannya di mana, artinya mereka ke sini memang mau lihat pameran,” bebernya.
Tak hanya pengelola, pedagang pun merasakan dampak positif. Jumiati, salah satu penjual warung di Pantai Cangkring mengaku, bisa mengantongi dua kali lipat dari hari biasa. “Biasanya sehari cuma dapat Rp 200 ribu, sekarang baru jam 9 pagi bisa sampai Rp 500 ribu,” jelasnya.
Namun, ia menambahkan, dari tiga hari penyelenggaraan pameran foto, hari Senin (18/8) menjadi yang paling ramai karena bertepatan dengan libur HUT RI.
Dengan keberhasilan acara perdana ini, Mulyandanu berharap Pantai Cangkring ke depan bisa lebih sering mendapat perhatian dan dukungan dari dinas terkait. Selain memperkuat daya tarik wisata, kegiatan seperti ini juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. (cin)
Editor : Sevtia Eka Novarita