Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menjajal Wisata Floating Camp di Taman Nambangan, Camping di Atas Air Sekalian Mancing dan Main Kano

Anom Bagaskoro • Minggu, 17 Agustus 2025 | 10:30 WIB

 

Pengunjung menikmati camping di atas sungai dengan keteduhan pohon.   
Pengunjung menikmati camping di atas sungai dengan keteduhan pohon.  

 

 

 

KULON PROGO - Kulon Progo tak hanya terkenal dengan keindahan alam barisan Perbukitan Menoreh. Di sisi selatan, keindahan panorama Bumi Binangun bisa terlihat jelas. Ada wisata tersembunyi, di balik keterkenalan Pantai Glagah. Mengusung konsep wisata alam, dengan perpaduan camping di tengah air, akan menjadi nilai yang layak untuk dicoba.

 

Sekitar satu jam dari Kota Jogja, dan setengah jam dari Kota Wates pengunjung dapat mengunjungi tempat wisata ini. Berpatokan Pantai Glagah, sesudah masuk pintu masuk berjarak 100 meter kiri jalan terdapat Taman Nambangan. Di situlah wisata floating camp dapat ditemui.

 Baca Juga: PKL Alun-Alun Wonosari Minta Kepastian Rencana Relokasi, namun Tetap Harapkan Tak Ada Relokasi

Pengunjung dapat menemui pengelola untuk memesan tempat dan wisata yang disediakan. Pengelola Floating Camp Wisnu Supri Hartanto menjelaskan, wisata tersebut baru dibuka sekitar satu bulan lalu. Sejak dibuka, wisata itu kebanjiran pengunjung. "Bisa dibilang floating camp pertama di DIJ, dan masih jarang ditemui di daerah lain," ucap Wisnu, saat ditemui Radar Jogja di lokasi wisata, Jumat (8/8).

 

Wisnu menjelaskan, floating camp memanfaatkan Taman Nambangan yang sebelumnya tak dikelola dengan baik. Melihat potensi keindahan alam, pihaknya membuat wisata floating camp berbasis pemberdayaan masyarakat desa. Lantaran, wisata camping di tengah perairan baru dikenal di wilayah Jawa Barat. Padahal dengan lokasi Taman Nambangan, keindahan alamnya justru mengalahkan wisata di Jawa Barat.

 

Di dalam wisata floating camp, terdapat dua pilihan wisata berkemah. Paket wisata berkemah di atas air, dan berkemah reguler. Paket berkemah di atas air, pengunjung akan diajak merasakan sensasi menginap di atas perairan.

 Baca Juga: LaNyalla Sebut Presiden Prabowo Terapkan Budaya Mikul Duwur Mendem Jero saat Memuji Semua Presiden Terdahulu

Menggunakan rakit yang ditanam di dasar, dan tenda pengunjung bisa menikmati keindahan muara Sungai Pantai Glagah. Pemandangan sangat ciamik jika dinikmati saat posisi matahari terbenam. Lantaran, pantulan sinar matahari terbenam dapat dilihat langsung di balik perairan. 

 

Paket berkemah reguler juga memiliki keunikan sendiri. Khususnya bagi pengunjung yang memiliki hobi memancing, tetapi tak ingin meninggalkan keluarga. Paket reguker menyediakan tenda yang ditempatkan di dekat bantaran sungai. Cocok bagi penghobi mancing, dan cocok mengisi waktu libur. "Untuk floating camp, harganya dimulai dari Rp 350 ribu untuk empat orang," ungkapnya.

 

Tak perlu merogoh kocek yang banyak, pengunjung dapat berkemah sehari semalam dengan hanya ratusan ribu. Terutama fasilitas yang disediakan juga tak tanggung-tanggung, membuat tempat ini layak dikunjungi.

 Baca Juga: Ada Cawe-Cawe DPD dan Money Politic Sebabkan Dualisme DPC Partai Golkar Kebumen Jelang Musda

Jika pengunjung bosan, Pantai Glagah bisa didatangi cukup dengan berjalan kaki. Hanya 500 meter dari lokasi, pengunjung dapat mendatangi pantai terkenal di Kulon Progo itu. Terutama saat matahari terbenam. Pasalnya, Pantai Glagah merupakan spot terbaik melihat matahari terbenam.

 

Tak hanya floating camp, pengelola juga mengajak pengunjung menikmati wisata di perairan. Pengelola menyediakan wisata berkendara speed boat dan kano. Cocok bagi pengunjung yang suka bermain air dan mencintai tantangan. "Pengunjung dapat menyusuri sungai, menggunakan kano atau speedboat," ungkapnya.

 

Salah satu pengunjung yang telah mencoba paket wisata floating camp Valentina Reanita mengaku antusias. Pasalnya, jarang ditemui wisata kemah di dekat perairan. Pengalaman berkemah dapat diambil di wisata ini. Menururnya, waktu terbaik untuk menikmati kemah terjadi saat senja. Pasalnya, sinar matahari terbenam sangat layak dilihat. Bahkan dirinya sempat mendokumentasikan keindahan wisata di floating camp. (gas/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#floating #Camp #Kulon Progo #pantai glagah #taman nambangan