JOGJA - Menjelang libur panjang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus 2025, kawasan Malioboro, Yogyakarta, mulai dipadati ribuan wisatawan sejak pukul 15.00, Kamis (15/8). Tidak hanya wisatawan lokal, pengunjung dari luar kota juga turut memadati kawasan ikonik ini untuk menikmati suasana liburan.
Sebagai pusat perbelanjaan dan destinasi wisata favorit, Malioboro semakin ramai dengan berbagai aktivitas. Bendera merah-putih dan dekorasi bertema kemerdekaan menghiasi toko-toko dan jalanan, menambah semarak suasana.
Banyak pengunjung memanfaatkan momen ini untuk berburu foto, membeli oleh-oleh, atau sekadar menikmati keramaian khas Malioboro.
“Saya datang ke Yogyakarta untuk merasakan suasana libur kemerdekaan. Malioboro selalu punya daya tarik tersendiri, apalagi dengan banyak acara di sekitar sini,” ujar Yunita Sari, wisatawan asal Surabaya.
Para pedagang pun menyambut antusias lonjakan pengunjung. Mereka menambah stok dagangan seperti batik, aksesori khas, dan suvenir. “Menjelang libur seperti ini, pengunjung meningkat. Kami siapkan lebih banyak stok gantungan kunci, gelang, dan kalung,” kata Anggita Putri, pedagang aksesoris.
Lonjakan wisatawan juga berdampak positif bagi kusir andong. Budiyono, salah satu kusir, mengaku jumlah penumpang meningkat tajam. “Banyak yang ingin merasakan keliling Malioboro naik andong, suasananya berbeda saat libur panjang seperti ini,” ungkapnya.
Suasana Malioboro jelang Hari Kemerdekaan terasa semakin hidup. Interaksi antara wisatawan, pedagang, dan warga lokal menciptakan nuansa hangat dan semangat kebersamaan. Sebagai ikon kota, Malioboro kembali menunjukkan dirinya bukan sekadar destinasi wisata, tapi juga simbol kebanggaan dan keberagaman masyarakat Yogyakarta. (Aditya Putra)
Editor : Heru Pratomo